Senin, 26 Mei 2014

Sangat besar manfaat pupuk organik untuk pertanian/perkebunan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzTMLfdFd83WXEK0wXohhL4I3-6knwqlcqkgk7C4XZ38mudDk_tPzubgzuh2P1f3AKqmvAzg3z2A1gc46j6nJ62-TjSJO0dPAcwnmh1B-NVwwA7Sf7Q_ou4634vVmbuXXdkOqGDKFLn2F-/s320/Legowo.png
Tanaman Padi
Sangat jarang dan mungkin sangat sedikit petani yang menyadari bahwa tumbuhan memerlukan bahan organik untuk kelangsungan hidupnya. Tidak sedikit petani yang beranggapan bahwa bila menggunakan pupuk kimia yang banyak maka akan memperoleh hasil yang sangat banyak pula.

Pada saat ini banyak sekali para pelaku (petani) yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya, dan mempunyai kecendrungan akan semakin banyak memberi pupuk kimianya, dikarenakan hasil yang diharapkan tinggi akan tetapi dari waktu kewaktu bukannya meningkat malah semakin menurun.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian, menunjukkan data yang sangat mengerikan terhadap lahan pertanian kita, banyak lahan dinegara Indonesia memiliki kadar bahan organok yang kurang dari 1 %. Sedangkan dari berbagai pengalaman dan penelitian para ahli menyatakan kadar bahan organik yang tinggi dalam tanah akan sangat membantu memaksimalkan hasil yang didapat pelaku usaha (petani).

Sedikit sejarah Indonesia tentang kebutuhan Pupuk

Sebelum masa kemerdekaan Indonesia, para petani sangat senang menggunakan pupuk organik dalam melakukan budidaya pertanian dibandingkan dengan pupuk Anorganik (Kimia).

Namun fakta menjadi terbalik ketika pada tahun 1960-an petani  mulai banyak menggunakan bahan kimia dalam melakukan budidaya petanian, yang lebih mengkhawatirkan  lagi peran dari pupuk organik menjadi dianggap tidak ada peran dalam budidaya pertanian sehingga banyak petani yang mengabaikannya.

Produksi pupuk Kimia pun dari waktu kewaktu semakin berkembang sangat pesat, sehingga bila di hitung secara harga, maka pupuk anorganik (kimia) menjadi sangat lebih murah dibandingkan dengan pupuk organik.

Dan didukung dengan di temukannya banyak varietas-varietas unggul yang dari berbagai penelitian lebih banyak yang cocok dan baik bila menggunakan pupuk anorganik (kimia). Sehingga mengakibatkan banyak kenyataanya ditemukan lahan pertanian yang terdegradasi, sehingga mengakibatkan merosotnya kadar dari bahan organik dari lahan pertanian.

Solusi Mengatasi Kemunduran Bahan Organik di Lahan Pertanian

Fakta di kemukanan oleh banyak para ahli  yang menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian.

Penggunaan Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan salah satu pupuk organik yang diperoleh dan didapat di lahan pertanian dengan biaya sangat murah dan  mudah.

Sumber dari pupuk hijau dapat diambil dan di peroleh dari tumbuhan atau tanaman yang tidak bermanfaat (yang biasanya dibakar oleh petani). Selain itu juga dapat diperoleh dari sisa-s9sa tanaman yang merupakan sisa dari panen.

Cara paling mudah pengolahan dari pupuk hijau adalah dengan cara membenamkan bahan baku atau dengan cara dilakukan dikomposkan untuk hasil yang lebih cepat.

Manfaat Pupuk Organik  (Pupuk Hijau)

  • Manfaat yang akan dirasakan oleh petani adalah meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian. Karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat, kimia dan biologi tadi tanah atau lahan pertanian.
  • Manfaat lain yang dirasakan yaitu semakin mudahnya melakukan pengolahan lahan karena tanah semakin baik
  • Harga pupuk organik lebih murah dan sangat mudah didapat dari alam
  • Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia
  • Pupuk organik akan memberikan kehidupan badi mikroorganisme tanah
  • Kelebihan lain dari pupuk organik yaitu mempunyai kemampuan dalam memobilisasi atau menjembatani hara yang ada di tanah sehingga akan membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh tanaman
  • Mempunyai kemampuan dalam melepas hara tanah dengan sangat perlahan dan terus menerus, seihngga akan membantu mencegah terjadinya kelebihan suplai hara yang membuat tanaman keracuanan
  • Mampu menjaga kelembaban dari tanah, sehingga akan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada tanaman
  • Mampu membantu mencegah erosi lapisan atas tanah
  • Mampu menjaga dan merawat tingkat kesuburan tanah
  • Memberi manfaat  untuk kesehatan manusia, karena banyak kandungan nutrisi dan lebih lengkap dan lebih banyak
Itulah sedikit informasi mengenai Manfaat Pupuk Organik, semoga bermanfaat...

Perangkat Desa Kab. Mojokerto siap tingkatkan kinerja dan SDM

https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1.0-9/10320614_242128532662690_1333010050837732672_n.jpg
Silaturrahim PPDI se Kab. Mojokerto
DESAKEMLAGI.BLOGSPOT.COM Mojokerto "Perangkat Desa Kab. Mojokerto siap tingkatkan kinerja dan SDM dalam menyongsong UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa".  Hal itu merupakan tema dari silaturrahim PPDI se Kab. Mojokerto yang diselenggarakan di Balai Desa Jerukseger Kec. Gedeg Kab. Mojokerto, Minggu 25 Mei 2014.

Acara dihadiri oleh Muspika Kec. Gedeg, AKD Kec. Gedeg, Pengurus PPDI Kab.Mojokerto dan Pengurus PPDI yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Ketua PPDI Kab. Mojokrto Gatot Suyatman dalam sambutannya menyampaikan beberapa keputusan Mukernas PPDI yang baru-baru ini dilaksanakan di Bondowoso, bahwa RPP UU Desa saat ini sedang diharmonisasi oleh Kemendagri yang diperkirakan Mei ini sudah ditandatangani oleh presiden.

Selain itu, Gatot Suyatman yang juga sebagai Kepala Dusun diwilayah Kec. Dlanggu menyampaikan bahwa tuntutan perangkat desa PNS pada awalnya merupakan tinjauan dari PP No 72 Tahun 2004 yang mengatakan bahwa pemerintah desa terdiri dari kepala desa dan perangkat desa.  Namun sekretaris desa yang juga sama-sama perangkat desa di PNS-kan, sedangkan perangkat desa yang lainnya tidak (sebagaimana disampaikan sewaktu PPDI akan ber-audiensi ke Jakarta).  Inilah yang menjadi permasalahan di desa, sehingga sampai bisa mengganggu kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada warganya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Gedeg (Bambang) juga memberikn sambutan yang intinya menyambut baik dengan adanya UU Desa ini.  Pemerintah siap memberikan bimbingan dan pelatihan kepada Kades dan Perangkat Desa terkait dengan rencana alokasi anggaran untuk desa dari APBN. Beliau juga menyampaikan bahwa PPDI sudah lebih tahu isi dan urgensi UU Desa ini dari pada dirinya selaku Camat Gedeg yang baru dilantik beberapa bulan.



Minggu, 25 Mei 2014

ATM Terpilih Sebagai Area Terkotor di Dunia

http://www.sheradiofm.com/docfile/berita/2014/brt3905_pict1.jpg
ATM
Mengutip ulasan Women's Health, bakteri yang terdapat di mesin ATM ternyata sama seperti yang ditemui di toilet umum. Menurut Dr. Richard Hasting, ahli mikrobiologi asal Inggris, saat dia mengambil sampel di tombol numerik mesin ATM dan membandingkannya dengan sampel yang ia ambil di toilet umum. Hasilnya? Kedua sampel sama-sama mengandung pseudomonas dan basil, yang merupakan bakteri penyebab diare.

Penelitian ini pun menambah panjang daftar tempat umum yang meski terlihat bersih sekalipun namun ternyata mengandung banyak kuman, diantaranya telepon umum, halte bus, dan stasiun kereta.

Tidak menutup kemungkinan, seperti dikutip dari Huffington Post, masih ada tempat-tempat yang sangat berbakteri seperti wastafel, pegangan eskalator, perlengkapan area bermain, troli belanja, saklar lampu, spons, pegangan pintu, keyboard, ponsel, dudukan toilet, dan uang, juga terindikasi bakteri E. coli dan bakteri salmonella penyebab diare berdarah, infeksi saluran kemih, memicu kram perut. dan gagal ginjal. Bahkan dalam beberapa penelitian, peneliti menemukan E.coli di permukaan keyboard komputer. Bookmark Button 


Jokowi dan Prabowo: Menitikberatkan Program Pertanian

http://images.detik.com/content/2014/05/24/1562/155558_prabowojokowi.jpg
Capres Cawapres
Jakarta - Dua capres diundang menghadiri Tanwir Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan program. Di antara konsep-konsep yang disampaikan, soal pertanian adalah salah satu yang sama-sama menjadi titik berat program keduanya.

Capres Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan menyampaikan gagasan lebih dahulu pukul 08.00 Wita. Sedangkan Prabowo yang dijadwalkan pukul 11.00 Wita baru mulai menyampaikan pidato pukul 12.00 Wita.

"Problem pertanian kita saat ini tak ada irigasi yang dibangun. Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan konversi lahan dari padi, ubi-ubian, dan lainya ini banyak terkonversi ke lainya seperti perumahan dan tambang," kata Jokowi di Hotel Mesra Samarinda, Jl Pahlawan No 1, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).

Selain itu Jokowi pun menyampaikan soal mahalnya biaya pupuk dan pestisida impor. Menurut Gubernur DKI ini, jika menggunakan pupuk kompos dan pestisida alami, maka beban biaya petani dapat ditekan.

"Mestinya prokdutivitas kita bisa ditingkatkan dengan mengedepankan riset. Riset kita harus diperhatikan pemerintah," ujar sarjana kehutanan UGM ini.

Sementara itu di kesempatan berbeda Prabowo lebih menitikberatkan pada investasi pertanian. Menurut dia program tersebut adalah terobosan menuju ekonomi kerakyatan.

Dia mengambil contoh salah satu rumus investasi aliran neo liberal yang dinilainya tak efektif. Rumus itu berbunyi bahwa 1% pertumbuhan membutuhkan investasi Rp 50 triliun dan menghasilkan 400.000 pekerja.

  "Kalau dalam sistem kita, saya namakan ekonomi kerakyatan. Rp 50 T sama kita, kita bangun 1 juta hektar pertanian. 1 Hektar bisa enam orang pekerja. Dari hulu sampai hilir bisa menciptakan enam orang bekerja jadi dengan investasi yang sama kita bisa hasilkan enam juta orang bekerja," papar Prabowo.

Menurut Prabowo seharusnya sektor pangan di Indonesia diperkuat. Bukan tidak mungkin jika swasembada pangan terwujud kemudian hasil pertanian diolah menjadi bio-energy.

"Indonesia adalah negara tropis. Negara tropis itu sepertiga dunia. Sedangkan kita luasnya sepertiga dari seluruh zona tropis di dunia. Kalau dengan teknologi yang baik kita bisa dua kali panen. Pangan ini kita bisa jadikan komoditas strategis.pangan adalah komoditas strategis. Pangan adalah senjata," kata Prabowo.


Wakil Presiden: Hanya Pelengkap?

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxQTEhQUEhQVFBQVFRUVFBUWFRUUFBUUFBQWFhQVFBQYHCggGBolHBQUITEhJSkrLi4uFx8zODMsNygtLisBCgoKDg0OGhAQGywcICQsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCsrN//AABEIAMcA/QMBIgACEQEDEQH/xAAcAAAABwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUGBwj/xAA8EAABAwIEAwUHAwMDBAMAAAABAAIRAyEEBRIxQVFhBiJxgZETFDKhscHwI0JSB9HhFWJyFlOS8SQzg//EABkBAAMBAQEAAAAAAAAAAAAAAAABAgMEBf/EACQRAAICAgIDAAMBAQEAAAAAAAABAhEDIRIxBBNBIlFhMlIF/9oADAMBAAIRAxEAPwDHCsnW1eieMckNQQJ2Nmr0SC8qQXhJNQJ6ENhxSoKX7YIxiWjiE/gDWgoBhSjjG8wm/f28wlsAnMPVI9mevqifmDeaa/1EfgSa2A++ifwph9E/hQdmA6+iYqY7o70Q0NCxRR+xUGrmOkSQQqvFYtzzd0Dkooo0bIH7gl++Uh+9sjgHCfRY8P4I3NM3HorpiNG/PGcAfzyT1DHh4tHhsfIhZ3CkbcOKdqP0zEIA0mV4803kOkhwgQb9D6SPNazC9qfY1GOqzDWkBrTOrh3p8ePj0XL6eOEgk3B35QpNTHmo6SfzgpasZ0POO1wqg/pvaCDeHOtzi1vCVy/PHhzy4cVNr491oJttJP55KHVOu7vUfdCjQMrAltKVXpR1B2KQFd6ESWPTgqqKChKgCSaqRqTUoIAkAJQakUinWlTYhBCKE48JEJjNWcKf5FKGDP8AIozi+h9EfvfQrbZGge4DiSi/09vX5pXvZ5FJ95d/Eo2LQoZe1GMC3kk+3f8AxKP2j/4/NAC/cmcggMK3kE251Tl80kCp0RQDpoN5Jv2beSTUp1OiZNF/NS+x2SwxqrsdjGNkNgu+Q8VBzrFlvcDr/ujlyVc6q0M7rRJ3JJJ6/VDoaG9bnSdy4/S6S0X49ZhIYZsTHl91JAAAg3/PIJJF2F7v1/v6IQW9fBCiI3MeF0t1Wf8AOyoQ04jcek3S6zO7I226+aQW/kpTXw3odjtB6qWwIZB5JVKpCe0c538kK2Gi4ulY6F0AXHcTvf6KTpEf2EKupWMnmrF7rSCIPK6oRErtjjIPD/CjJ6s66ad0UgEUGlJKDUUA4EqEgI1IC2vTjXpmEaAJBejBTLXJQcgDdQOiOQmvdeqV7p1K1sgd1BFqCR7n1KHuXUpNhY4KgR+1CaGCH4UtuCb+FNMNhOrhJ94CeGDai91bySsZHqYkKLXxkAkeXip7sO1UnaWo1lMNG759OKljRn6cvc528d4md7wUy4yfmlNIDZ4zHlH907QiNwCfonEYGNFrHrZSa9ORIk9I/wAqKG85PKBupNB52AcfI7DwVANModE/QwpqOgD1sPVWeEwLqlh0mBYTzJ4rVYXJhTpw1gcbanuJJPlwCxnlS0bY8MpbMTicBEhvegXgWHmm6eGJkRM6QB1jcnmtnicv1GHbfE4CzQ0bHrPVN0cmBExAiZ6naFk8xsvHMu7LnCQQeRI2n8CKhhCDDhY+i2tShp/3TwA57nqkDABwuDaSbbg/xI3IUe5lehGLxeWxBA/z1CiVyRtFuQgwtmcCQDA1MLiWHblMTwmVTZxgwDIB6gwLeq1x5bdMyy4vqM+6gTcXtMdFFhWxIaJG8/KOaragvZb9HMMORhAhGAh9AKCMJKGpSA8EcJkOS9anYCiERRhyCaA3vt+hQFY8intQ5JTXBVYUMe1PIpPtXcipesIaghsKIoe7kUsOdyUgVAlCqEJhSIkv5JOl5Uw1gm/bJWFER9N6zHaKpNQNJuwX8StfUxCxOIZNV7nCbmE12FEBzvz+6cp04N+nRCkwati48B1WkyrK5aS4S9x0gEA6b3JSnLiXCDkyvw9OYDQL8Sb+NloMqyBzyNYPg6ZjgDy81e5ZlNNuzRPgtFgqGm0QOQgLlnmfSOyGFLsrsJlTacCLbkRaeoCcqVXfC3QTw3sOE8FftpAqXh8JaQAsab2bWkjO0cp1AatiQSNtR6/nkrL3AbRt0srqhhxxTzqQiYRwbDmjMuy8XBaIPH7FPMydpAgcNuF9vFWlcAcd/nH3UdjC0R0iB/dKqBuygx2BgubE8bbW5LPZ9he4THDYj8lbqswEyd4IWfzqlqY4dLIi6YSVo5DXmSPPqFFrUyLnirqth4ebRBKiOw/dLTteOhC9JdHltbKsoJRCQUCCJRSg5JVAK1IaklBLiAtr04HJhLBRQHTDheqNuF6oe1KMVSsrK0LGFR+6BJFQoF5TsNChhQltwoTOspQcUCHThWpLsO1FqPX0STPX0QPQVSi0BYfFu7x5TK2tUGOKxuZMAcQqi9gx7KmgunY/my2OBYIHM7rG5LJcAPLoFs6BgfRYZ3Z0+OXGGsZ9FaUuBVJhcS10XV/gmzEbfZc3FnXyRMpu2VjhXd2/kotGkN1Z4bL5BLb/AJyVxjImTQKT7X+aQ6oTtdP4bLnG+0bk7Jb20mA6qjQRvcLThJmfKKKtzbzHgm6jx5qPmnaTDU96gnks9iO1DHn9IzztNlHqkN5ImjqEEKpxrA4EKofnNQGwLuMRAjxU+hiQ9t7E8D+XWc4OLKhKznfaLDFj3DmqUuttaZ81v+1eBDm6/wBwWCJmwuF24Z8onFmjxkRMU20qI4KwxgLRpNpuPBQHKzEbckpTklaABBBBAAKU1JSmpMDqLGzwUhmHJ4LoVPsuFJZ2bA4LEo5z7of4lIfhHcGldP8A+nxySv8Ap4ck6Ecsbg3/AMU/Sy6oTsunt7PN5KRQyNoOyTQWc2o5DUPIJ2p2cqD/ANLqtPKwBslHLW8lOx6OROyB5C572syh9GpBHxAuHUDcr0w7LG8lk+3HZ6k6m95b3vZwDyg/5V9bHBcnRw/syR81e5hUeBDPUm9/4qro4J1DEOpOEQbTxaRIKvqDQ497aIWc2uVm+P8AzQeU4Fzm2sY538Vc4XI8aY9lWb0DgSqZmYCk21zMDj8uaUe0eJpuYfZy1wkHvucOEFrYAKFKTY3FJGhpnH0T+qwPbO7L/LdW+X504OvLSVX0sZWbSZVdUaHOEupgkuHrN01jcU5xY8iJvblMXSnKi8as19bHu9l8Rj5rJ4uiaptJIm/D83Wgo96hbed1QYhhNr6YO3E8ln7HdGvFUVuCyrDNfDme0dxj4RzuVb1XU2iG0Q0f7Cw+uxWbxuUPqthrixwdMTDNPK1yrHLezPs6ThV0FzzOrbT/AMYutHVGP3okClTdcXg3F/RG6noII2UfC5OWk6XvI5uAN+hN1PqYa3GeMmVzyNUijzt+qk4cYJWZ7H5G7EVHn9lPSSeHecLei0ebfC5vQha7sHkPu+DdPxVJeedhYK8T/BpEZYpyTOT/ANTMKKWNNJogMpUhHUtkn5rJFaTt/ijUzDFOP/c0jwa1rR9Fm3Lrj0cU3tsbckpRSVqSBBBBAASgkpYCAPaQpjkj0hOaUA1Z0A3pQ0p3Si0ooTEQgEsNR6UUAbEooNRlFDGHBZ/tg0+wcQJGkh31H0K0haomYUA+m9p4tPrFk2rVDhKnZyPtt2cbUazE0tIcxgLv9zIm3UKhwTCQC3j8lscdUjD6GwSabw5p4WKyHZ03jr8lyZGdsey4w+Uh1xYjadz58FIbhy39onjv9QrbAtEWVgMETCzVm1FUC5wiGjqGgXk/NQq+EJcZJm2/KZ+q1fuQa0lxDfr5KjxtVsktNxunPl9CNdos8pP6ek8CmauBEniJlLys2iFLxRDLlS0N6INPKqcTo8wYKIZa0mwPmSVaYTFMIE26x9OSsaeFaRINlsotrszbX6KIYMNFhCqsayxWnxYCz+ZOsVjkKRjcbd3gL+q6NgcSDTbAIb7P1JAEBc8qtkvPVdEo0/0mwPhaD5wJUwlQSPPfbJsY3Ez/AN0/QH7qicr7tm3/AOdibz+ob+IB+6oHhehHpHnT7YgpKEILQkCCMIkwAnAkBLUsD2wggggkCCCCAAggggBQRkokEUACE1V2PGydRJgc0oYL2k2Ac4kRymZHRYTBs0VHt2LXEHyJC7xXyuk8kuYJO5Fj6hcn7UZUKGYPa1ullRrXsHDiHAeY+a5Z4+Ks7IZeTSLLKqwsOi0TK8AdJWNouLSCrWrjg2k57jZoWcTov9h5ljHGXE93YfchL90YaXdImB5rDZx2vLzoZDRMTvZRKOeF5Aa3YSXdAD/b6K/W3tke1dI67lDWBtzBAt1sifVpknW4DxMWWQy7FFtIl1TRpaXQROpoAktvsJVPmHaEMcHaJmGuLrkzcE8rcE3AfsNriarXOIYRpMTHPgfFLoYp9M6XGQfhI4+PJYLGdqXNcW6QWWLYsWzYHqEMj7VvdUDap7urT4C9/opUGg9i6OiPxf0VHja+ox1T9d9rJpmH7srGeyzM4moAHE7SZ8Al5p/VRvs9NCk7VpsXQADEbTJVR2sxGhlQcT3R5m6wi1wwTjbOfLkadBYus6o5z3mXOJc48yVEeFIcmHLqOVjRCSUopJVIQAiRhEqAMBKCSUtoSA9tFEjQKRISJKCKEAEgjhCE6ANBFCNMAIijQlIBKxP9SsE0so1pGuk6CCQCadSJgdCGn1V12xzoYXCvqAw8jRT563DceAk+S4W6o5/fqOc9xE6nuLzO9p2WsPHeWLIeb1yRuaDA5qo+2NQtwpHN30EqbkOP1MAO4sfsrR+Ep1WFtRoIM+U2Xmr8ZbPT/wBLRyXLsCXkyDHwl0Wbqi5PALoPZvsU9wmn7IAhrO88uMG5PdCmPy1lNmlggRA8uaiZbUfTIDHvpQ7V3TDZiJLdls8lkQw/pl+/sxiBTDXUKFRjJYIe5pII0mehScR2MrVDD2YZkDUI1uNgABI3srDCY3EaNPtQ6byQJ3lN5s+s8EurOaCNMMJbAO8QeiHVF8J38Mj2g7OsaNNWqwPgODWtdJD7fDNwC1ZH/QK1Nze7uQReQRO3TddEwmUNkGCRtqddzgNhJurerRAvAtYD+yj20qQpYvrK7L8M4U2B/wAQaJ4n1T2Lq6WFHXr3sqPtDjYAY0yTZc3bL6Of9rcVqfHAEnzWfVvntOHKpcF1w0kcc3bsaco7lIcotQrVEMQUko0RVrQgkEYRwgABLAQaEuErA9rIIIIJAgggmgAgggmAEEEEgAiKNQ82x7aFJ9VxsxpPUkCwHMlOrBujlX9Tc2NXGewHwUWgHh+o8SYJtIloWBZiSBBIky2P46TBJ9FYdoK5NUVHfG6Xu/5F029VGfgh7Z5IgOh8TO/xfP6rv5emF0ckY+6dFjlxc1oewzHzatDgswmDwKqsiZNPzPokY1hpOn9p+RXiyqbZ7EfxiaSvU73RPUMHOwBG4n6SqPA47UYO6vcJiuCzdouMkyVQFVkQG+cn7p8MqPu6PSyfw0n82UhrDpnh62Wltof3sYFLYnh6KPXMgpeIrcFT5tmAYNx6rKglIZxeJDZJ2AWfb3nio606tAPQH5p6jqrO/wBgP/keSLPWlujT+2HKsWNylxXZllnxjyMX2jb3lRvWmz/DPddrSeNt1mHro9cl2jmUk+hl6i1FJqlRnK4oTEIijQVgBqWAkhLaoYCmpUIkYSEe1iko5RKhAQQQTACCS94AkkADiTb1WUz7+oeDw8gONZ/8acEA/wC5xsE0m+gbo1qrM37QYbDAmtWY0xOmZcfBouuP55/UTF4gkMf7Bl4Yyzj4v3PkqUYQuGtzpcTJLnST/ddEPFlLsynlS6N3nv8AVfduDpf/AKVZjxDAfqVjcPmtXE1XVMRUdUeG90HZvPS3YKOzL72uTYiwEeKkYNrWu0hsEgne5hdmPxlDZzZMrkqIXaGpOg9bzbdGZcxrhu0A+I2cD8lZ46mKlEiAXC4txHGfBQcI4NMOsNue45K5QUrT+mUJuNNdotezDpZ+c1eYzAio0jfks5lVX2VSD8Lz3TyPKOq2+EbIXgZsLxTaPdw5llhZzrE4Z9J3hseSssDm8EE+B5FaXOcuDhsJ+Sy9TKHAy0weSSkvo+O9GuwmcsIBDweYTtfP6bQZcPssYMBU40w7qICMZfV4U2jxVaCmT8V2kmS1s8jsPMngqrD0qmIfLpg7/wBgplHJS4y8z04ei02AwIaBA8FjKX6KUX9GcHggxoAHBZ/NXy+pyEN8+P1WuxzwxhPEBY6k0upuceMu8ZXX/wCfC5uX6Ry+dOoKP9GsKBoaYmJB6cPRR81yNlUSQNXMWMp/BAlj2niDzPVSMBSMSDLSAQTYGeXVeyoqUdnl83F6MBmvZmqy7AagG9u8PEcVnKrSDBBBG44rtdcdNvWPuqrOckp1R3mtk7OFiPMLln4ae4HRDyP+jksILQ5v2VqU70++3kPiHiOKz7hFlyThKPZ1RkpdACVKRKOVm0Mca5HKaBSgUgPbKCj43G06TC+q9rGjdzjAXP8AP/6kapZgW6jt7Z4hg/4N3cepstIQlN6JbS7NxnOdUcKw1K9QMbwH7nHk1u5K59mv9UajpGEoW/nUuf8AxFh5lYvGvqVnuqVqhq1ALl9xP8WgWA8kKFAuZAnqNrH7Ltx+J9kc8s/xC89zPFYt361WRvoDgGN6aQq9mADWy4yeQ+5KlYnDhjvr5JWHo6omQ3quuGKK6RhKbf0k4HDgAENAPERBv9UeNuQNvsnsUQ3Tovp3Pjz9FEqEueIERBdPC95W9Gd2TcPSixvOx+xUXEUga4JEd2AeMxeymVntcIBki6Y9gS4F3LcbE9eSH0SLoOFxwNlWNhryCbh2/IcFYAGfzZRMzw+ogwOU+CzolPY/iWB/wkG143kXB8lpuzOP1DS7/wCxlnD+Q4PHRYvJqZ1EcgSPO3mpmIxrqDmPDg17TEzct5ERcWXL5OBZYf06fGzPHP8Ah0mpTDm9FT4nDFu4kc1Y9nMczE0w5p0u/c37xyUvF4R1+I6LxJQcXTPajJNWirwDQ5OY5oaIUKthXNMsJb0/wUmlRc494kqeRpVjtCnJsFYEBoj5pdKnA+wUWvJMfRQBUdocQRTtxIaPFyq2MDKRBsYsN7deqmdoMQwVabC5oDQXRNiTtKZzFv6Di2J0+sEGy9vwsXDFb+nieZk55KXwqcpIc62xm5CtsmogMc08HkjwJ2VJ2e25mT+b7LQ0QAHNFi4g24DiV24+qOab2JYNTjxaLCem5QdhwdwfVKxUAQ0xaw8P8ptmNlpPHbzPFVHshkLE4e4gcefDoqTO+zVOtJI0u/kBHqNitVSph9MGYcOKcpUpBDoJ+viplFS/F7LWRx2jjubdm61CSW6mfyaPqNwqUhd0q4MXHMmOO/jwWWz/ALIMqS5g0vHEfCfEBcWXxadxOvF5Ka2c0hBTMyyypRdFRsTseB81DXG1T2daaZ1TNMyq4qqH4h5qOmzT8DBya3YI6FPTJ57dL7IIL2cUUlo86bb7LbCYCwmL3UuthwGmBcRHDy8EEFtRzt7IDaeuSeG20A81IoYaN0EEBYw6iGujVB2AIkEWs5IpUt9VosONhFjz3QQQFsssuos0WuCTJO5S6mEiY2g24IIJk2Vm58kHkHqBvaBbp5BBBQwG8PTDdb3GwEwBtf8AyFUV2e0LmVRpe5xIgzZtw3lEIIIii4isrfWw4NRlSCy+m92cTP2XS+yPaxmLGh4ipBMgGHAGCehQQXP5mKDxuVbR1+LkkppGjfhmu4I6WCYLwggvAR61lZ2gzanh297czDQNyBz2XLc47WvfqDZYNu7uTyn0QQXqeLghw5tWzzvIyz5cb0VOEoO0OqPud27Tc8SpuAruAIJlrrBpvDjF5m1iEaC9OlSOBvZNyClpqEx3QT4/+lofKJb9NkEFnEU+xrFt1N8IKj0aPdiOMHx5oIKo9khvpOJ5N6HgplwRH4EEE/oCXVuPkgIa2/OT4okEpdhErsxwjK0yA4OEOaRaeBHJc8zrsk9j/wBI6mGYkgFsRY80EFzZoRl2dOGcl0f/2Q==
Andi Mallarangeng

Konstitusi kita tidak pernah merinci tugas dan fungsi wapres

Pengantar Redaksi:

Sejak berada dalam tahanan KPK, Andi Mallarangeng punya lebih banyak waktu luang. Sambil menunggu pengadilan, ia mencoba memanfaatkan waktunya secara produktif dengan membaca dan menulis. Aturan KPK tak membolehkan penggunaan laptop, iPad dan semacamnya oleh para tahanan. Andi menulis artikel ini dengan tulisan tangan, dan kemudian disalin kembali oleh Redaksi
VIVAnews agar bisa dinikmati oleh pembaca. Andi berusaha menulis di rubrik “Analisis” sekali seminggu.
-------------------

VIVAnews - Winston Churchill pernah berkata bahwa dalam dunia politik, jangka waktu dua minggu adalah bagaikan eternity: dalam politik yang cair, apapun bisa terjadi dalam waktu singkat. Don’t take anything for granted.

Pendaftaran capres dan cawapres untuk berlaga dalam Pilpres pada 9 Juli nanti akan segera dibuka kurang dari dua minggu ke depan, 18-20 Mei. Ada yang menebak bahwa mungkin akan muncul 4 pasang kandidat. Tetapi ada pula yang berspekulasi bahwa pada akhirnya hanya akan ada dua pasang kandidat yang mendaftar ke KPU.

Mana yang benar? Hari ini belum ada jawaban pasti. Pimpinan partai dan calon-calon kandidat masih mencari, merumuskan, memilih pasangan yang cocok. Ada pertemuan yang muncul di permukaan dengan liputan media yang luas.
Tetapi pasti ada pula perundingan di balik layar, tersembunyi dari radar wartawan. Politics is about movements in the shadows, demikian salah satu ungkapan yang ada dalam buku teks ilmu politik.

Sambil menunggu dan menebak-nebak, tidak ada salahnya kalau kita diskusikan terlebih dahulu apa sesungguhnya peran seorang wapres. Saya sudah beberapa kali menulis tentang peran dan asal-usul lembaga presiden di rubrik ini. Sekarang, tidak ada salahnya jika kita juga mengerti posisi dan peranan orang nomor 2 terpenting di Republik kita, Sang Pendamping, the Second Person in the line of power.    

Secara umum, posisi seorang wapres lebih banyak dianggap hanya sebagai aksesoris sistem presidensial. Bahkan, lebih jauh lagi, kalau kita simak apa yang ada dalam konsitusi kita, peran wapres hanya dipandang sebagai “ban serep” yang berfungsi jika presiden “mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajiban dalam masa jabatannya.”

Konstitusi kita tidak pernah merinci tugas dan fungsi wapres. Yang tercantum hanya kalimat seperti ini: “Dalam melakukan kewajibannya, presiden dibantu oleh satu orang wakil presiden.” Tidak ada penjelasan lebih lanjut apa yang menjadi tugas wapres sehari-hari, atau bagaimana wapres harus menjalankan perannya dalam pemerintahan.

Walaupun secara formal wapres memang hanya dianggap sebagai pelengkap, namun dalam pelaksanaan pemerintahan sehari-hari semuanya tergantung pada dinamika hubungan pribadi serta the level of trust antara presiden dan wapresnya, serta tergantung pula pada konteks sejarah.

Dalam sistem otoritarian, baik pada masa Orde Lama maupun Orde Baru, peran wapres memang lebih banyak menjadi pelengkap. Dalam dua tahap sejarah ini, panggung pemerintahan didominasi oleh seorang tokoh. Bung Karno dan Pak Harto hampir tidak memberikan ruang yang memadai bagi wapres mereka masing-masing untuk memainkan peran yang berarti.

Bung Karno, setelah Bung Hatta mengundurkan diri pada 1956, bahkan tidak merasa memerlukan wapres selama bertahun-tahun, praktis hingga akhir kekuasaannya yang tragis di tahun 1966-67. Pak Harto memiliki banyak wapres, dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Adam Malik, hingga Jendral Try Sutrisno dan Prof. Habibie.
Semua nama itu adalah tokoh-tokoh terhormat, namun dalam pemerintahan sehari-hari mereka hanya memainkan peran yang sangat terbatas. Prof. Habibie barangkali sedikit berbeda, sebab pada akhir era Orde Baru, Pak Harto memberinya ruang yang sedikit lebih leluasa.

Setelah era reformasi hampir dua dekade yang silam, aturan formal tentang peran dan fungsi wapres memang tidak mengalami perubahan. Tapi dalam prakteknya, muncul berbagai dinamika penting dan menarik, seiiring dengan berubahnya komposisi dan gelora politik dalam demokratisasi kita.
Reformasi mengubah susunan bintang di jagat politik kita, the realignment of the stars, dan karena itu pula perilaku serta hubungan antara our political stars juga mengalami perubahan.

Hal ini muncul pertama kali pada masa kepresidenan Gus Dur. Waktu itu, PDIP muncul sebagai juara atau pemenang besar Pemilu 1999, dengan perolehan suara 34 persen. Kemenangan ini adalah kemenangan yang fantastis, bagian dari eforia reformasi di mana PDIP dan Megawati Sukarnoputri dianggap sebagai simbol dan antitesis rezim yang sedang tumbang.
Karena itu, wajar saja jika Megawati yang saat itu menjadi wapres berada di posisi yang unik. Ia orang nomor 2, tetapi perolehan suara partainya jauh melampaui perolehan suara partai pendukung Presiden Gus Dur, yaitu PKB.

Karena keseimbangan yang jomplang ini, maka saat itu muncul wacana untuk memberikan peranan yang lebih vital dan lebih luas bagi wapres. Ada berbagai ide yang muncul, misalnya pemilahan praktis Kepala Negara (Gus Dur) dan Kepala Pemerintahan (Megawati), dan semacamnya. Tentu saja ide ini ditolak Presiden Gus Dur, dengan alasan bahwa ide tersebut inskonstitusional.

Jalan keluarnya adalah sebuah trik yang cantik: di bawah Megawati, lembaga kesekertariatan wapres diperkuat, dengan peran yang lebih dari biasanya. Lewat lembaga inilah, serta lewat peran Fraksi PDIP di parlemen, Megawati sebagai wapres memainkan peran yang penting dalam pemerintahan sehari-hari.

Setelah era Gus Dur-Megawati, serta Megawati-Hamzah Has, peran wapres yang unik lainnya terjadi pada duet SBY-JK pada periode 2004-2009. Boleh dikata, duet ini adalah pasangan paling dinamis yang ada dalam sejarah kita.

Presiden SBY memberi ruang yang cukup luas bagi Wapres JK dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, termasuk dalam pembuatan kebijakan. Kiprah JK dalam bidang ekonomi dan perdamaian di Aceh sangat menonjol.
Namun semua itu tetap berada dalam koridor yang ditentukan oleh Presiden SBY. Langkah dan inisiatif JK, walaupun kelihatan di permukaan sering diambil secara ad hoc dan independen, pada ujungnya tetap dilaporkan kepada SBY, dan jika disetujui, ditetapkan dengan keputusan presiden.
Kredit tertinggi untuk semua kebijakan pemerintahan tetaplah harus ditujukan kepada Sang Presiden, dengan catatan tambahan bagi peran dan jasa Sang Wapres.

Setelah duat SBY-JK, pada pemerintahan berikutnya duet SBY-Boediono sebenarnya juga berpeluang menjadi duet yang tidak kalah dinamisnya. Boediono adalah seorang profesor ekonomi, pemikir yang serius, serta pejabat pemerintahan dengan segudang pengalaman.
Beliau pernah menjadi pejabat tinggi Bappenas di Era Pak Harto,  Menteri Keuangan di Era Megawati, maupun Menko Ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia di zaman SBY-JK. Dengan karakternya yang “halus” serta dengan kredibilitasnya yang tinggi, Boediono mendapat ruang yang luas dari Presiden SBY untuk memberi kontribusi dalam pemerintahan sehari-hari, khususnya dalam masalah ekonomi dan pengawasan kinerja kabinet.

Memang, betapapun tingginya kemampuan dan kredibilitas Boediono, satu hal yang tidak dimilikinya: dukungan dan jaringan politik, terutama di parlemen. Tanpa dukungan dan jaringan semacam ini, langkah dan peranan Boediono nampak sangat sempit, dibatasi oleh tembok-tembok yang sulit untuk ditembusnya.

Menuju lembaga wapres yang kuat?
Jadi itulah kurang lebih cerita dan sejarah singkat wapres di negeri kita. Ke depan, menurut saya, peran wapres harus bisa diperkuat, dibuat lebih berfungsi secara substansial, tapi tetap dalam koridor sistem presidensial. Matahari pemerintahan harus tetap satu, yaitu Sang Presiden. Tetapi Sang Wapres dapat menjadi rembulan yang indah dalam jagat raya sistem pemerintahan Indonesia.

Beberapa contoh menarik dari Amerika Serikat yang juga menganut sistem presidensial seperti kita dapat menjadi pelajaran berharga. Dua wapres AS terakhir dianggap sebagai tokoh yang telah menjalankan perannya dengan efektif: bukan ban serep, tetapi juga tidak mengambil alih panggung tertinggi.

Dick Cheney mendampingi Presiden George W. Bush selama dua periode. Dengan pengalamannya sebagai politisi senior di Partai Republik, ia memainkan peran vital di bawah Bush dalam merumuskan kebijakan dan memimpin pemerintahan sehari-hari, khususnya di bidang pertahanan dan diplomasi internasional.
Ia dianggap sebagai pendamping yang hampir sempurna bagi seorang presiden yang memang tidak memiliki banyak pengalaman di bidang-bidang strategis tersebut, khususnya setelah peristiwa terorisme 9/11 yang menghentakkan publik AS waktu itu.
George W Bush dan Dick Cheney saat masih jadi Presiden dan Wapres AS
Presiden America
George W. Bush dan Dick Cheney saat masing-masing masih menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat beberapa tahun lampau. (REUTERS)
Setelah Dick Cheney, wapres berikutnya di bawah Presiden Obama adalah Joe Biden. Ia juga dianggap sebagai tokoh politik senior yang berasal dari Partai Demokrat.
Pengalamannya yang luas, serta karakternya yang lumayan keras dianggap melengkapi sosok Sang Presiden yang intelektual dan sangat kalem. Joe Biden diberi kewenangan yang luas dan mampu mengukir perannya dengan baik. Hal ini tampaknya diamini oleh publik AS, terbukti dengan terpilihnya kembali duet Obama-Biden untuk memimpin Gedung Putih di periode kedua, 2012-2016.

Singkatnya, Cheney dan Biden berhasil sebagai wapres tanpa menimbulkan ancaman atau tanpa mengambil porsi dari Sang Presiden. Mereka menjalankan perannya sebagai pembantu presiden yang loyal.
Bahkan dalam beberapa hal, mereka pasang badan, diverting the attack on them, sehingga Sang Presiden memiliki tembok pengaman politik yang handal dan terpercaya.
Kadang mereka menjadi pemain cadangan, kadang menjadi pemain bayangan tanpa bola, tetapi kadang pula mereka menjadi pemain penyerang, the attacking dog, yang mengigit atau mengejar lawan-lawan politik untuk mengamankan kebijakan pemerintahan. 

Karena itu, kedua wapres tersebut dianggap sebagai aset penting oleh presiden masing-masing dan diminta untuk mendampingi dalam dua masa jabatan. Hubungan mereka mulus, produktif, dan saling melengkapi, dan karena itu menjadi pelajaran berharga untuk merumuskan pola hubungan presiden-wapres yang ideal, baik di AS maupun di Indonesia.

Khususnya buat kita, pelajaran demikian harus kita simak baik-baik. Konstelasi baru politik Indonesia dan kebutuhan pemerintahan modern menghendaki munculnya peran wapres yang lebih dari sekadar ban serep.
Persoalannya adalah, apakah Sang Presiden terpilih nanti bersedia memberi ruang yang cukup luas bagi wapres dalam pemeirntahan sehari-hari? Demikian pula, apakah Sang Wapres mampu menempatkan dirinya, sanggup menjadi tokoh utama tanpa merebut panggung nomor satu, tanpa menjadi matahari kembar?
Apakah wapres sanggup menjaga loyalitas tegak lurus, sehingga oleh Sang Presiden dianggap sebagai aset, bukan ancaman?

Semuanya tergantung pada chemistry, kematangan pribadi, tingkat kepercayaan, serta lingkungan dan tim inti di sekitar presiden dan wapres.

Kita berharap bahwa tokoh-tokoh yang terpilih nanti adalah putra atau putri terbaik Indonesia. Semoga mereka akan sanggup bekerja sama, menjadi dwitunggal yang memimpin Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. (ren)


Wisata Mengenal Pembuatan Wayang Kulit

http://media.viva.co.id/thumbs2/2011/12/26/137513_wayang-kulit_663_382.jpg
Wayang Kulit
Mengenal Industri Kreatif Wayang Kulit.- Industri kerajinan yang memadukan seni, tradisi, budaya dan sejarah warisan leluhur bangsa Indonesia sebagai bentuk pengejawantahan kelangsungan keberadaan wayang kulit sebagai salah satu identitas tradisi dan budaya bangsa Indonesia.

Dalam perjalanan wisata budaya dan sejarah kali ini saya menemukan sebuah workshop pengrajin industi kreatif pembuatan wayang kulit di salah satu even Festival Museum Internasional di dalam sebuah gedung area Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Konon menurut catatan sejarah, sayang kulit diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Memenang atau sekarang disebut Kediri sekitar abad ke-10. Awalnya sang Raja Jayabaya menciptkan wayang sebagai sebuah gambaran roh para leluhurnya yang di goreskan di atas daun lontar, dan bentuknya ditiru dari gambaran relief-relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar.

Seiring berjalannya waktu dunia seni wayang mengalami perubahan, dari perubahan seni tardisi budaya wayang itulah kita dapat menemukan beberapa jenis wayang yang terdapat sekarang ini, seperti contohnya ; wayang kulit, wayang kayu, wayang rumput, wayang orang, wayang golek, dan masih banyak lagi untuk jenis-jenis wayang yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui jenis wayang golek silahkan (Baca : Wisata Budaya Mengenal Wayang Golek).

Lanjut......
Informasi yang saya dapatkan, wayang kulit pada umumnya terbuat dari kulit kerbau. Hal ini dikarekana kulit kerbau tidak banyak mengandung minyak sehingga proses pengeringannya bisa cepat antara 4 sampai dengan 5 hari. Dan,,,,, yang lebih membuat saya takjub adalah wayang kulit bisa bertahan lama hingga 100 tahun atau lebih, jika dirawat dengan benar.

Konon wayang kulit menurut ceritanya memiliki mitos tersendiri bagi mereka yang percaya dan meyakininya setiap masing-masing tokoh wayang kulit ini memiliki penjaganya sendiri. Namun, hal ini tidaklah perlu di perdebatkan, karena hal ini tinggal kembali kepada masing-masing individu manusianya saja.

Lanjut...........
Mengenal industri kreatif wayang kulit kita dapat mengetahui bahwa dalam seni pembuatan wayang kulit ini harus terlihat hasil pembuatan yang halus dengan keterampilan seni yang tinggiuntuk mengerjakannya, karena pekerjaan ini hanya dapat di lakukan oleh tangan-tangan trampil pelaku seni wayang kulit. Ciri pembuatannya pun harus melambangkan ketelitian serta ketinggian seni yang di hasilkan oleh si pembuatnya. Terutama hasilnya harus dapat menggambarkan watak-watak dari tokoh-tokoh wayang yang dibuatnya di atas kulit tersebut.

http://ejawantahtour.blogspot.com/2014/05/mengenal-industri-kreatif-wayang-kulit.html
Pembuatan Wayang

Pada tahap proses pembuatan wayang kulit setelah mendapatkan kulit kerbau yang bagus dan siap di lukis, biasanya pebuatan watak-watak tokoh wayang terlebih dahulu dibuat di atas kertas putih tipis. Konon dari informasi yang saya dapat watak-watak wayang ini diasaskan kepada watak-watak wayang kulit Melayu purba, dimana kemahiran dan kreativitas amat sangat di perlukan dalam membuat watang wayang kulit yang halus dan menarik.

Setalah itu memasuki proses penjenisan corak dan motif yang perlu disusun dengan terautr dan sesuai dengan watak wayang yang dibuatnya. Dan biasanya watak wayang kulit Melayu berukuran +/- 71 sentimeter panjang dan lebarnya tidak lebih dari 30 sentimeter.

Hasil lukisan tokoh wayang yang di kertas kemudian digunting atau dipotong mengikuti profil, dan ditempel di kulit dengan menggunakan lem yang dapat larut dengan air. Setelah itu kulit lalu di pahat. Setalah proses pemahatan, kulit lalu di bersihkan dengan menggunakan air dicusi hingga bersih tanpa tertinggal bekas kertas yang menempel di dinding kulit hasil pahatan.

Kulit yang telah di cuci lalu dibiarkan mengering, bila sudah kering baru masuk dalam tahap pewarnaan. Untuk proses pewarnaan juga di butuhkan faktor ketelitian, karena warna juga dapat memaikan peranan penting pada bentuk wayang kulit, dan ia dapat memberikan perbedaan antara watak-watak yang lembut dan watak-watak yang garang pada sosok tokoh dari wayang tersebut.
http://ejawantahtour.blogspot.com/2014/05/mengenal-industri-kreatif-wayang-kulit.html
Pembuatan Wayang

Setelah proses pewarnaan wayang, watak-watak wayang tersebut lalu akan dipeerkuat dengan sebilah bambu yang diraut membentuk bulat leper serta runcing dibagian pangkalnya, dan kemudai dikat tegak di tengah-tengah wayang tersebut. Bambu ini berfungsi sebagi tulang untuk berdiri bagi wayang kulit.

Setelah semua proses berjalan lancar, maka hasil pembuatan wayang kulit pun telah selesai, dan untuk setiap hasil pembautan wayang kulit tentu saja memiliki arti dan simbol bagi para penggemarnya masing-masing. Apalagi bagi para pecinta seni dunai wayang kulit, dan hasilnya dari produksi industri kreatif wayang kulit Indonesia sudah cukup di kenal di kalangan pasar internasional.

Mengenal Industri Kreaif Wayang Kulit melalui perjalanan wisata budaya kali ini tentu membuat saya dan juga para pecinta dunia seni dan tradisi budaya Indonesia baik domestik mauppun mancanegara membuat semakin tahu keindahan dan keunikan dari kesenian tradisonal wayang kulit ini. Dimana dalam sebuah keindahan terdapat makna dalam perwujudan cipta karsa, cipta rasa, yang akan membuat sebuah identitas bangsa Indonesia di kenal di dunia intrenasional melalui wayang kulit ini.