Selasa, 14 Maret 2017

Warga Desa Kemlagi Pimpin KNPI Kab.Mojokerto

Mohammad Irfan, S.IP siap bawa KNPI Kab.Mojokerto lebih baik
www.kemlagi.desa.id - Mohammad Irfan, S.IP warga Kemlagi Timur RT.05 RW.03 Desa Kemlagi Kec.Kemlagi Kabupaten Mojokerto yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pasar Raya Desa Kemlagi periode 2013-2016.  Dalam penanganan dan kepemimpinannya telah menghantarkan Pasar Raya Desa Kemlagi beberapa tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2014 pernah mewakili Kabupaten Mojokerto dalam lomba pasar desa tingkat Jawa Timur dan alhamdulillah pada lomba tersebut Pasar Raya Desa Kemlagi meraih juara ke IV (empat).

Mohammad Irfan, S.IP terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Mojokerto periode 2017-2020 dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang dibuka Wakil Bupati Pungkasiadi. SH.

Musdalub yang berlangsung di ruang SBK Pemkab Mojokerto Minggu (12/3-2017) diikuti Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Pengurus Kecamatan (PK) KNPI yang di Kabupaten Mojokerto. Dalam proses pemilihan ketua yang dipimpin Aan Ainur Rofiq dari DPD KNPI Jawa Timur, nama Irfan satu-satunya dicalonkan peserta. Sesuai dengan tata tertib pemilihan bila hanya ada satu calon maka ditetapkan terpilih secara aklamasi.

Untuk melengkapi kepengurusan KNPI Kabupaten Mojokerto, Irfan dibantu Tim Formatur yang akan bekerja menyusun kepengurusan paling lambat dua minggu ke depan. Irfan mantan aktifis PMII dan wartawan itu menyatakan siap membawa KNPI lebih baik setelah hampir 10 tahun vakum.

Plt. Ketua DPD KNPI Kabupaten Mojokerto, M. Saifulloh, menjelaskan DPD KNPI Kabupaten Mojokerto sempat vacum untuk beberapa waktu, karena ketua sebelumnya berhalangan tetap (meninggal dunia). Musda kali ini juga dimaksudkan untuk merajut kebersamaan pemuda untuk bangsa yang berkarakter,” terang M. Saifulloh.

Senada dengan M. Saifulloh, Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Timur, Aan Ainur Rofiq, menuturkan bila penunjukan Plt. Ketua DPD KNPI Kabupaten Mojokerto pernah dibahas saat Raker KNPI Jawa Timur sekitar dua tahun yang lalu.

“Kita pernah membahas ketika Raker KNPI Jawa Timur sekitar dua tahun lalu. Provinsi mengambil alih dengan menunjuk Plt. Maka kita sarankan untuk segera melakukan Musda, alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik,” harap Aan.

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, menyampaikan agar Musda ini dapat dirumuskan secara matang, terkait program kerja (proker) serta kegiatan riil dan urgent demi kepentingan pembangunan di masyarakat. Tidak lupa wakil bupati mengimbau agar KNPI tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.

Sumber http://www.inilahmojokerto.com/
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Senin, 13 Maret 2017

Pertama Kali, e-Pilkades Berjalan Lancar dan Sukses

ilustrasi e-Pilkkades
www.kemlagi.desa.id BOGOR – Dari 36 desa hanya satu desa dijadikan percontohan pemungutan suara secara elektronik (e-voting) dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) yaitu Desa Babakan Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan kepala desa secara elektronik (e-Pilkades) di Desa Babakan yang pertama kalinya dan menjadi percontohan bagi 35 desa lainnya yang menggelar pilkades.


Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar menjelaskan, pilkades babakan menjadi barometer pemilihan pilkades di daerah lainnya yang saat ini menjadi perhatian langsung oleh pemerintah pusat melalui kemendagri dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan pemerintah daerah.

“Pemantauan juga dilakukan secara langsung oleh Bupati Bogor dan Forkopimda dengan pelaksanaan pilkades Babakan yang menggunakan e voting,” kata Bahtiar di Jakarta, Minggu (12/3).

Sebanyak 10 ribu masyarakat yang telah menggunakan KTP elektronik ikut serta dalam  memberikan suara pada e-pilkades ini. Pilkades desa babakan diikuti oleh tiga calon kepala desa. Kandidat nomor satu, Apendi merupakan petahana, calon nomor dua Ruslan dan calon nomor tiga Moch Zein.

Bahtiar pun memberikan penjelasan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam e-pilkades tersebut. Pertama, pemilih masuk ke TPS dengan menunjukkan undangan/surat panggilan. Kemudian menunjukkan KTP/fotocopy KK untuk mendapatkan smartcard.

Kedua, pemilih masuk ke TPS dengan memasukkan smartcard ke card readers (alat pembaca). Kemudian muncul nama dan foto tiga cakades.Pemilih memilih salah satu cakades dengan cara menyentuh kolom calon/gambar calon. Setelah itu muncul gambar cakades pilihan lalu tekan tombol "ya".

Ketiga, pengambilan struk dan memasukan struk ke kotak audit sebagai bukti telah menggunakan hak pilih.Keempat, penghitungan suara dilakukan melalui rekapitulasi otomatis yang dibagi menjadi tiga kelompok pemilih.

Bahtiar mengungkapkan, pelaksanaan e-voting ini sangat cocok dilakukan untuk daerah yang masyarakat dan penyelenggara memiliki tingkat pengetahuan yang baik.

“Pertama, pelaksanaan pilkades yang menggunakan e-voting cocok dilakukan untuk daerah yang masyarakatnya dan penyelenggaranya memiliki tingkat pengetahuan, pendidikan dan pemahaman yang baik terkait nekanisme pemilihan dan mekanisme e-voting,” ujar dia.

Kedua,menurut dia perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam terhadap pelaksanaan e-voting untuk pileg, pilpres dan pilkada, dilihat dari sisi efisiensi pembiayaan dan waktu pelaksanaan pemungutan suara.

“Selanjutnya perlu dihitung secara cermat terkait dengan kesiapan masyarakat maupun aparaturnya apabila digunakan dalam pileg maupun pilpres mengingat waktu pelaksanaan pileg dan pilpres secara serentak tahun 2019,” terangnya.

Terakhir, lanjut Bahtiar, perlu kesiapan dari dinas kependudukan dan catatan sipil untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Mengingat dasar menjadi DPT adalah e-KTP atau telah melakukan perekaman,” pungkas dia. Dari pemantauan, Bahtiar mengungkapkan, pelaksanaan e-Pilkades di Desa Babakan, disimpulkan telah berjalan lancar.

“Secara umum pelaksanaan pilkades berjalan dengan aman dan lancar, hanya memerlukan waktu yang lebih panjang dari perkiraan yang semestinya selesai pada pukul 14.00,” tutup Bahtiar.

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 10 Maret 2017

Selamat Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 tahun 2017..Aktif, Smart, Peduli, dan Pantang Menyerah

Foto bareng ibu Ketua TP PKK Desa Kemlagi dengan Ibu Bupati Mojokerto (dr. Ikhfina) dan Pengurus PKK Kab.Mojokerto lainnya 
www.kemlagi.desa.id - Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG)  ke-45 digelar bersama-sama di Pendopo Graha Maja Tama dengan mengambil tema "Dengan HKG PKK ke-45 tahun 2017,kita lakukan akselerasi program-program PKK untuk mewujudkan Visi dan Misi Gerakan PKK.

Peringatan HKG kali ini ingin menunjukkan semangat kebersamaan dan penuh keakraban serta saling bersilaturrahim antara anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan, dan Desa.

Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Pendopo Kabupaten Mojokerto
Acara yg berlangsung pada  hari Kamis, 9 Maret 2017 ini  ditandai dengan pemotongan tumpeng jalanan pasar oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ibu Hj. dr. Ikfina Mustofa Kamal  Pasa. Kegiatan lainnya adalah Talk Show dalam rangka peringatan hari TB sedunia bekerja sama dengan IDI Mojokerto, serta perform dari Kadir @d_kadoor, Selebgram kocak dengan joke original.

PKK Desa Kemlagi, semangat untuk terus berupaya berkontribusi positif
Paduan suara PKK Desa Kemlagi dalam kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 71 Tahun 2016
Kegiatan PKK Kemlagi Barat
Regu gerak jalan PKK Desa Kemlagi dalam rangka HUT RI ke 71 Tahun 2016
Kegiatan Pleno PKK Desa Kemlagi
Semoga selama perjalanan 45 tahun di negeri ini, PKK semakin bisa memberikan kontribusi positif terutama bagi masyarakat Desa Kemlagi. Terima kasih bagi seluruh keluarga Desa Kemlagi, bersama kita bisa.

Oleh drh. Nyta Apriantini (Ketua TP PKK Desa Kemlagi)
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Destinasi Budaya Punden Kemlagi Utara

Punden Kemlagi Utara
www.kemlagi.desa.id - Dalam kamus besar bahasa Indonesia pengertian "Destinasi" merupakan kata benda yang berarti lokasi / tempat tujuan ataupun tempat tujuan pengiriman. Kata "Budaya" diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat istiadat. Sedangkan kata "Punden" diartikan sebagai tempat dimakamkan orang yang dianggap sebagai cikal bakal masyarakat desa, tempat keramat dan juga diartikan sebagai sesuatu yang sangat dihormati. Serta "Kemlagi Utara" menunjukan tempat bahwa punden yang dimaksud berada di Kemlagi Utara.

Jadi destinasi budaya punden Kemlagi Utara adalah suatu tempat atau lokasi obyek adat istiadat atau akal budi pada suatu tempat yang dikeramatkan sebagai cikal bakal adanya dusun dan masyarakat Kemlagi Utara.

Lokasi Punden Kemlagi Utara
Punden Kemlagi Utara ini dalam bentuk sumur tua, yang diartikan bahwa sumur terutama airnya merupakan sumber  kehidupan bagi masyarakat dusun Kemlagi Utara. Bisa untuk memenuhi air minum maupun untuk keperluan sehari-hari. Punden ini lebih kepada nilai budaya bukan sebagai tempat pemujaan.

Punden Kemlagi Utara - Tampak dari kejauhan
Sebagaimana dalam penentuan prioritas penggunaan program Dana Desa di tahun 2016, maka Pemerintah Desa Kemlagi menganggarkan aliran dana dari program ini untuk merehabilitasi punden yang berada di dusun Kemlagi Utara ini.

Dengan direhabilitasinya punden ini, maka nantinya diharapkan tempat ini bisa dijadikan sebagai obyek wisata budaya, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 09 Maret 2017

Klas Kreatif Desa Kemlagi "Mari Membuatnya Sendiri"

Kegiatan Klas Kreatif
www.kemlagi.desa.id - "Mari Membuatnya Sendiri" Tema besar yang diusung Klas Kreatif Desa Kemlagi. Ibu- ibu dan remaja putri diajarkan membuat kerajinan tangan sendiri diantaranya membuat bros dari pita dan tas dari tali kor.

Bros hasil kreasi ibu-ibu dan remaja putri Desa Kemlagi
Pengertian klas atau kelas, konotasi kita adalah suatu ruangan atau tempat. Namun yang dimaksud klas disini adalah suatu wahana atau kegiatan yang dilakukan pada suatu tempat. Sedangkan kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru dari sesuatu yang belum ada. 

Kegiatan Klas Kreatif di rumah salah satu warga
Jadi lebih singkatnya bahwa klas kreatif adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu dan remaja putri Desa Kemlagi untuk membuat kerajinan tangan atau ketrampilan yang sebelumnya tidak bisa membuat menjadi bisa.

Mejeng bareng seusai buat bros
Ibu-ibu dan remaja putri diajarkan membuat kerajinan tangan sendiri diantaranya membuat bros dari pita dan tas dari tali kor, kerajinan manik-manik, pembuatan kue dari dari bahan ubi-ubian, dan kecantikan rambut dan kulit.

Foto bersama seusai kegiatan
Selain menambah pengetahuan juga bisa dijadikan alternatif usaha dalam pekerjaan meningkatkan ekonomi keluarga.

Oleh: drh. Nyta Apriantini (Ketua TP PKK Desa Kemlagi)
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 08 Maret 2017

BPK Gandeng Inspektorat untuk Audit Dana Desa

Gedung BPK

www.kemlagi.desa.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bakal menggandeng inspektorat dan akuntan publik untuk mengaudit dana desa. Kerjasama dilakukan lantaran BPK tak memiliki tenaga yang cukup untuk memeriksa seluruh laporan keuangan di ribuan desa di seluruh Jawa Timur.

Sementara jumlah tenaga auditor di BPK Perwakilan Jawa Timur sebanyak 160 orang. Selain itu tak cukup waktu untuk mengaudit seluruh desa di Jawa Timur. Seperti di Malang, total sebanyak 378 desa. Hasil audit akan dilaporkan ke BPK setempat.

"Ada mekanisme kerjasama dengan inspektorat atau akuntan publik," kata auditor Utama Keuangan Negara V BPK RI Bambang Pamungkas dalam pemantapan pengelolaan dana desa, Sabtu 4 Maret 2017. Setiap auditor yang akan mengaudit dana desa akan mendapat sertifikasi dari BPK. Lantaran audit keuangan lembaga pemerintah menjadi tanggungjawab BPK.

Audit dilakukan untuk memastikan seluruh dana tersalurkan dan digunakan sesuai peruntukan. Alokasi dana yang disalurkan ke desa di Kabupaten Malang pada 2016 sebesar Rp 450 miliar naik menjadi Rp 510 miliar. Dana tersebut disalurkan ke 378 desa di Kabupaten Malang.

Dana tersebut terdiri dari dana desa, alokasi dana desa, bagi hasil pajak daerah dan bagi hasil retribusi daerah. "Tak semua desa diaudit, diawasi secara acak di beberapa desa," kata

Dana desa, katanya, harus dipertanggungjawabkan terutama neraca keuangan penggunaan anggaran dan realisasi anggaran. Termasuk data dan inventarisasi barang yang dibelanjakan dari dana desa. "Kita lihat penyaluran dana desa. Dana ditampung rekening desa, bukan rekening perorangan," katanya. 

Seluruh pengeluaran harus dicatat dan dilengkapi dengan bukti pembelian. Selain itu, penggunaan dana harus direncanakan secara terukur. Digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan publik. 

Secara nasional, katanya, banyak Kasus Desa yang tak memahami aturan laporan penggunaan dana desa. Kepala Desa terkaget-kaget, katanya, karena harus menyusun laporan dan bukti keuangan yang terperinci. "Mereka memang tak paham, bukan sengaja disalahgunakan," katanya. 

Jika ada pengaduan, katanya, BPK akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung ke lapangan. Sementara Bupati Malang Rendra Kresna meminta agar mekanisme pelaporan dipermudah. Mengingat sumber daya manusia dan keterampilan perangkat desa tergolong rendah. 

"Camat dan pegawai di Kecamatan juga bertindak untuk mengawasi dana desa," katanya. Tujuannya untuk mencegah penyelewengan dan penyimpangan dana desa. Mengingat dana desa rata-rata sebesar Rp 1 miliar per desa.

Sumber https://nasional.tempo.co/
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi