Senin, 08 Januari 2018

Sudah Saatnya UKM di Desa Kemlagi Manfaatkan Tehnologi Informasi

ilistrasi
ilistrasi
www.kemlagi.desa.id - Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Selasa, 26 Desember 2017 sekitar jam 13.30 WIB salah satu pemilik UKM di Desa Kemlagi didatangi oleh pengusaha bebek Bu Indah beserta suaminya ( dari Surabaya ) yang ingin menawarkan telor bebek yang masih mentah. Bu Indah mengetahui ada usaha pembuatan telor asin di Desa Kemlagi dari postingan website Desa Kemlagi yang berjudul Telor Asin, Salah Satu Pilihan Produk Unggulan Desa

Juga beberapa saat yang lalu Desa Kemlagi kedatangan tamu dari DPMD Kab. Bantul Jawa Tengah yang adakan study banding di Desa Kemlagi tentang pengelolaan pasar desa mengingat Pasar Raya Kemlagi meraih Juara IV pada lomba Pasar Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Timur 

Dari kedua kegiatan tersebut menunjukkan betapa pentingnya pemanfaatan tehnologi informasi untuk kemajuan suatu usaha atau kegiatan.

Para pemilik usaha kecil kerap menggunakan smartphone, tablet, dan aplikasi cloud. Hampir separuh (43 persen) pemilik usaha kecil menggunakan smartphone yang memiliki fitur Wi-Fi sebagai perangkat utama dalam menjalankan operasi bisnis mereka. 65 persen di antaranya mengerjakan pembukuan dan kegiatan akuntansi melalui aplikasi berbasis cloud. Meskipun manfaat kompetitif dan operasional dari

Perusahaan kecil bahkan cenderung memiliki sumber daya TI terbatas, sehingga pilihan untuk pengaturan atau konfigurasi mandiri yang cepat dengan bantuan mitra penyalur sangatlah penting. Menyadari kebutuhan tersebut, Aruba yang merupakan perusahaan Hewlett Packard Enterprise, memperkenalkan solusi Wi-Fi baru yang dirancang untuk menghadirkan Wi-Fi kelas bisnis aman dan dapat diandalkan bagi usaha kecil melalui access point (AP). 

Layanan bernama HPE OfficeConnect OC20 ini merupakan solusi nirkabel hemat biaya–dirancang bagi perusahaan yang tidak memiliki sumber daya TI khusus. Dengan OC20, usaha-usaha kecil atau mitra penyalur mereka dapat dengan cepat menerapkan dan mengelola Wi-Fi untuk usaha kecil di seluruh industri vertikal. 

“Menurut penelitian International Data Corporation, Asia merupakan wilayah terbesar ketiga untuk belanja TI usaha kecil, yang menunjukkan bahwa usaha-usaha kecil semakin bergantung pada inovasi dan teknologi untuk memberikan nilai lebih bagi pelanggan mereka,” kata Justin Chiah, Director and General Manager (Asia Tenggara dan Taiwan), Aruba melalui keterangannya, Jumat (6/10/2017) di Jakarta. 

“Dengan HPE OfficeConnect OC20, para pemilik usaha kecil dapat berfokus pada tujuan bisnis mereka dan meningkatkan produktivitas dengan keyakinan bahwa mereka memiliki infrastruktur jaringan yang kuat,” sambungnya.

OC20 Access Point diklaim memiliki konektivitas Wi-Fi berkinerja tinggi dan andal untuk menangani aplikasi-aplikasi terkini yang penting bagi bisnis, termasuk aplikasi suara, video, dan aplikasi berbasis cloud. Solusi ini secara cerdas mengoptimalkan jangkauan dan kinerja nirkabel, sekaligus meminimalkan gangguan demi pengalaman pengguna. Penyaring situs webterintegrasi memblokir akses ke situs web berbahaya guna melindungi jaringan usaha kecil dari ancaman online, serta situs web yang tidak pantas atau tidak sesuai.

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 03 Januari 2018

Bursa Inovasi Desa (BID) Kegiatan Program Inovasi Desa (PID) 2017

Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, SE
www.kemlagi.desa.id - Bursa Inovasi Desa (BID) kegiatan Program Inovasi Desa (PID) Kabupaten Mojokerto tahun 2017, resmi dibuka bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, Kamis (28/12) pagi di Pendopo Graha Majatama.

Acara yang baru pertama kali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini, dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas keuangan desa melalui Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, sekaligus ketua pelaksana acara.

“PID merupakan program Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) yang digelar dengan harapan untuk meningkatkan keuangan desa melalui DD dan ADD. Dengan demikian diharapkan desa bisa meningkat kemampuannya untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif,” lengkap ardi dalam laporan sambutannya.

Dalam acara ini juga diserahkan piala kepada para pemenang hasil penilaian BID Kabupaten Mojokerto tahun 2017, yang diserahkan langsung oleh bupati Mojokerto. Ada 3 kategori yang dinilai yakni Infrastruktur Desa yang dimenangkan Desa Gebangsari Kecamatan Jatirejo untuk jenis kegiatan Sarana Olahraga Desa, disusul Desa Mojorejo Kecamatan Pungging dengan kegiatan Rest Area, serta Desa Medali Kecamatan Puri dengan jenis kegiatan Sumur Resapan.

Berikutnya ada kategori Kewirausahaan dan Pengembangan Ekonomi Desa yang diraih Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang dengan jenis kegiatan Bumdesa dengan Unit Usaha Desa Wisata, Desa Penanggungan Kecamatan Trawas dengan jenis kegiatan Pertanian Organik, serta Desa Pandanarum Kecamatan Pacet dengan kegiatan Pujasera.

Kategori terakhir yakni Pengembangan Sumber Daya Manusia yang diraih Desa Jumeneng Kecamatan Mojoanyar dengan jenis kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari, diikuti Desa Jiyu Kecamatan Kutorejo dengan jenis kegiatan Bank Sampah Penunjang Pendidikan Sekolah, serta Desa Banyulegi Kecamatan Dawarblandong dengan jenis kegiatan Pelatihan Membuat Tas dari Limbah Palstik.

Melalui sambutan arahannya, bupati mangatakan bahwa salah satu strategi yang dikembangkan dalam PID adalah Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID). Yakni dukungan pada desa-desa, agar lebih efektif menyusun rencana penggunaan Dana Desa sebagai investasi pendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Maka dari PPID inilah, dilaksanakan kegiatan BID.

Ditambahkannya jika BID merupakan pertukaran inisiatif yang dialamnya terdapat inovasi-inovasi masyarakat berkembang di desa-desa. Bursa inovasi ini juga tidak terpisahkan dari model pengelolaan inovasi di tingkat kabupaten.

“BID merupakan pertukaran inisiatif atau inovasi-inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa. BID tidak terpisahkan dari model pengelolaan inovasi tingkat kabupaten,” pungkas bupati.

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Senin, 01 Januari 2018

Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa

Sampul Buku Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa
www.kemlagi.desa.id - Dalam rangka melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa pasal 28 ayat (2), Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa telah menyusun Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa.

Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa ini dibuat dan disusun untuk menciptakan kesamaan persepsi di lingkungan Pemerintahan Desa mengenai pentingnya pengelolaan aset Desa yang sesuai dengan mekanisme yang ditentukan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Dengan dibuat dan disusunnya Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa ini juga untuk menciptakan kejelasan mengenai penggolongan dan kodefikasi Aset Desa secara nasional yang menjadi acuan bagi Pemerintahan Desa dalam Penatausahaan Aset Desa yang baku, seragam dan terpadu guna mewujudkan tertib administrasi dan mendukung tertib pengelolaan aset Desa yang lebih efektif dan efisien.

Salah satu bagian terpenting dari penatausahaan adalah Inventarsasi Barang dimana diperlukan adanya Kode Barang, sehingga perlu diatur dalam Pedoman Umum Kodefkasi Aset Desa mengenai Kode Barang berdasarkan kewenangan Pemerintahan Desa sesuai peraturan perundang-undangan dan sangat dimungkinkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing Desa.

Hal lain yang diatur juga dalam Pedoman ini adalah Kode Lokasi Barang yang merupakan identitas Status Kepemilikan Barang dan Kode Register merupakan identitas barang yang dipergunakan sebagai tanda pengenal yang diletakkan atau diberi label/stiker pada barang yang bersangkutan sehingga memudahkan untuk diketahui keberadaan barang tersebut.

Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa bisa di download disini

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 30 Desember 2017

"Gathering" Posyandu Lansia Desa Kemlagi Akhir Tahun

Senam Lansia
www.kemlagi.desa.id - Dipenghujung tahun 2017 ini, para lansia Desa Kemlagi yang terwadahi dalam program posyandu lansia mengadakan kegiatan akhir tahun 2017 di ekowisata waduk Desa Tanjungan pada hari Sabtu, 30 Desember 2017.

Kegiatan ini lebih bersifat rekreatif, permainan atau game, senam bersama, bersilaturrahim sambil melihat pemandangan yang indah atau istilah populernya gathering di waduk Desa Tanjungan yang pembangunannya dimulai pada era orde baru tahun delapan puluhan.

Siap berangkat menuju lokasi
Ide awal dari kegiatan ini bermula dari kesepakatan kader dan para lansia Kemlagi Selatan yang tergabung di Posyandu Lansia "Mawar" untuk melaksanakan kegiatan di ekowisata waduk Desa Tanjungan. Seiring berjalannya waktu dan mudahnya berkomunikasi lewat media sosial, maka para kader posyandu lansia di seluruh wilayah Desa Kemlagi (ada empat posyandu lansia) sepakat untuk melaksanakan kegiatan ini agar bisa diikuti oleh seluruh lansia yang ada di Desa Kemlagi.

Semaraknya kegiatan ini, disamping para lansia mengajak anak dan cucunya untuk berkunjung ke ekowisata waduk Tanjungan juga peran serta para kader posyandu lansia di masing-masing lingkungan, Kepala Desa Kemlagi Bpk. Abd. Wahab, SE beserta perangkat desa juga sambutan yang baik dari Kepala Desa Tanjungan Ibu Suparlik, SP beserta perangkat desa dan tokoh masyarakatnya. Bahkan Kepala Desa Tanjungan mengikuti kegiatan ini sampai akhir acara.

Video Posyandu Lansia

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan senam bersama para lansia dilanjutkan dengan senam Perwosi oleh para kader posyandu lansia.  Untuk lebih menyemarakan kegiatan ini, maka diadakan permainan atau game yang diikuti oleh para lansia, misalnya dengan menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta lomba joget yang pemenangnya mendapatkan hadiah langsung atau doorprize yang telah dipersiapkan oleh para kader.
Posyandu Lansia Mawar
Kemlagi Selatan
Posyandu Lansia Anggrek
Kemlagi Timur
Posyandu Lansia Melati
Kemlagi Utara
Posyandu Lansia Dahlia
Kemlagi Barat
Matahari semakin tinggi, maka sekitar pukul 11.00 WIB acara selesai dan para peserta beranjak pulang ke rumah masing-masing. Raut muka keceriahan dan kebahagiaan tampak diwajah para lansia Desa Kemlagi dan mereka berharap agar kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan diwaktu yang akan datang.

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 28 Desember 2017

Sehat, Bahagia dan Bersahabat

Tim Senam Perwosi Kebanggaan Desa Kemlagi
www.kemlagi.desa.id - Untuk dapat menjalani hidup yang berkualitas dibutuhkan tubuh yang sehat. Hal tersebut dapat dimuali dengan menjalankan kebiasaan yang baik. Karena sehat itu kebutuhan, bukan pilihan.

Video Tim Senam Perwosi Desa Kemlagi saat ikuti Lomba Senam Perwosi

Dan para ibu membutuhkan waktu bagi diri sendiri untuk bisa sehat, bahagia, dan bersahabat. Senam bisa merangkum semuanya, selain sehat, kegiatan yang dilakukan bersama-sama ini juga membuat para ibu dan remaja putri berbahagia. Aspek bersosialisasi ada disini.

Di tingkatan desa, senam desa dilakukan di minggu pagi. Dipandu oleh instruktur Ibu Mudah, senam tidak hanya diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putri Desa Kemlagi akan tetapi juga diikuti oleh bapak-bapak dan remaja putra.

Virus kebaikan ini menyebar juga di lingkungan RW. Selain senam bagi lansia, juga ada senam perwosi yang menggabungkan antara senam dan tari.

Tim Senam Perwosi Saat Tampil Lomba
Hari Rabu, tgl 27 Desember 2017, bertempat di Balai Desa Mojojajar, tim senam Perwosi kebanggaan Desa Kemlagi turut berlaga dalam kejuaraan senam Perwosi tingkat Kecamatan Kemlagi.
Senam Lansia Desa Kemlagi

Senam Aerobik yang diikuti ibu-ibu dan remaja putri

Senam Lansia Kemlagi Selatan

Senam Lansia Kemlagi Timur

Bersama Instruktur Senam bu Mudah

Senam Lansia Kemlagi Barat

Senam Lansia Kemlagi Utara
Selain sehat, bahagia, juga bersahabat... Salam sehat dari kami.

Ditulis oleh Ibu drh. Nyta Apriantini (Ketua TP PKK Desa Kemlagi)
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Selasa, 26 Desember 2017

Difteri, Penyebab dan Pencegahannya

Siswa MI Miftahul Ulum Kemlagi tetap ceria setelah di-imunisasi difteri
www.kemlagi.desa.id - Alhamdulillah sampai dengan tulisan ini dipublikasikan, di desa kita ini Desa Kemlagi belum ada laporan tentang warga kita yang terkena difteri dan mudah-mudahan untuk hari ini dan seterusnya demikian.


Meski demikian pihak Puskesmas Kemlagi sudah berupaya untuk berikan imunisasi difteri khususnya kepada anak-anak kita baik di sekolah maupun di posyandu. Bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pun juga sudah melakukan upaya yang demikian, termasuk imunisasi ke sekolah-sekolah.

Reaksi anak-anak sewaktu di-imunisasi difteri

Didampingi bidan Desa Kemlagi, Ratna Marlongen, anak-anak tetap ceria setelah di-imunisasi difteri 
Anak ini menangis histeris saat diimunisasi (maaf desa dan sekolahan lain)

Untuk mencegah jangan sampai lingkungan dan masyarakat kita ini terkena difteri, mari kita sama-sama belajar apa itu yang dinamakan difteri, penyebabnya apa dan sampai bagaimana cara kita untuk mencegahnya.

Difteri
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa

Penyebab Difteri
Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:
  1. Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
  2. Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  3. Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala Difteri
Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
  1. Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  2. Demam dan menggigil.
  3. Sakit tenggorokan dan suara serak.
  4. Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  5. Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.Lemas dan lelah.
  6. Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Diagnosis dan Pengobatan Difteri
Untuk menegakkan diagnosis difteri, awalnya dokter akan menanyakan beberapa hal seputar gejala yang dialami pasien. Dokter juga dapat mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium.

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Antibiotik akan diberikan untuk membunuh bakteri dan menyembuhkan infeksi. Dosis penggunaan antibiotik tergantung pada tingkat keparahan gejala dan lama pasien menderita difteri.

Sebagian besar penderita dapat keluar dari ruang isolasi setelah mengonsumsi antibiotik selama 2 hari. Tetapi sangat penting bagi mereka untuk tetap menyelesaikan konsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter, yaitu selama 2 minggu.

Penderita kemudian akan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk melihat ada tidaknya bakteri difteri dalam aliran darah. Jika bakteri difteri masih ditemukan dalam tubuh pasien, dokter akan melanjutkan penggunaan antibiotik selama 10 hari.

Sementara itu, pemberian antitoksin berfungsi untuk menetralisasi toksin atau racun difteri yang menyebar dalam tubuh. Sebelum memberikan antitoksin, dokter akan mengecek apakah pasien memiliki alergi terhadap obat tersebut atau tidak. Apabila terjadi reaksi alergi, dokter akan memberikan antitoksin dengan dosis rendah dan perlahan-lahan meningkatkannya sambil melihat perkembangan kondisi pasien.

Bagi penderita yang mengalami kesulitan bernapas karena hambatan membran abu-abu dalam tenggorokan, dokter akan menganjurkan proses pengangkatan membran. Sedangkan penderita difteri dengan gejala ulkus pada kulit dianjurkan untuk membersihkan bisul dengan sabun dan air secara seksama.

Selain penderita, orang-orang yang berada di dekatnya juga disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter karena penyakit ini sangat mudah menular. Misalnya, keluarga yang tinggal serumah atau petugas medis yang menangani pasien difteri.

Dokter akan menyarankan mereka untuk menjalani tes dan memberikan antibiotik. Terkadang vaksin difteri juga kembali diberikan jika dibutuhkan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan proteksi terhadap penyakit ini.

Komplikasi Difteri
Pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama pada penderita anak-anak. Diperkirakan 1 dari 5 penderita balita dan lansia di atas 40 tahun meninggal dunia akibat komplikasi difteri.

Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. Beberapa di antaranya meliputi:
  1. Masalah pernapasan. Sel-sel yang mati akibat toksin yang diproduksi bakteri difteri akan membentuk membran abu-abu yang dapat menghambat pernapasan. Partikel-partikel membran juga dapat luruh dan masuk ke paru-paru. Hal ini berpotensi memicu reaksi peradangan pada paru-paru sehingga fungsinya akan menurun secara drastis dan menyebabkan gagal napas.
  2. Kerusakan jantung. Selain paru-paru, toksin difteri berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan peradangan otot jantung atau miokarditis. Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah, seperti detak jantung yang tidak teratur, gagal jantung dan kematian mendadak.
  3. Kerusakan saraf. Toksin dapat menyebabkan penderita mengalami masalah sulit menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki. Paralisis pada diafragma akan membuat pasien tidak bisa bernapas sehingga membutuhkan alat bantu pernapasan atau respirator. Paralisis diagfragma dapat terjadi secara tiba-tiba pada awal muncul gejala atau berminggu-minggu setelah infeksi sembuh. Karena itu, penderita difteri anak-anak yang mengalami komplikasi umumnya dianjurkan untuk tetap di rumah sakit hingga 1,5 bulan.
  4. Difteri hipertoksik. Komplikasi ini adalah bentuk difteria yang sangat parah. Selain gejala yang sama dengan difteri biasa, difteri hipertoksik akan memicu pendarahan yang parah dan gagal ginjal.
Pencegahan Difteri dengan Vaksinasi
Langkah pencegahan paling efektif untuk penyakit ini adalah dengan vaksin. Pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DTP. Vaksin ini meliputi difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan.

Vaksin DTP termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak di Indonesia. Pemberian vaksin ini dilakukan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Selanjutnya dapat diberikan dengan vaksin sejenis (Tdap/Td) pada usia 10 tahun dan 18 tahun. Vaksin Td dapat diulangi setiap 10 tahun untuk memberikan perlindungan yang optimal.

Apabila imunisasi DTP terlambat diberikan, imunisasi kejaran yang diberikan tidak akan mengulang dari awal. Bagi anak di bawah usia 7 tahun yang belum melakukan imunisasi DTP atau melakukan imunisasi yang tidak lengkap, masih dapat diberikan imunisasi kejaran dengan jadwal sesuai anjuran dokter anak Anda. Namun bagi mereka yang sudah berusia 7 tahun dan belum lengkap melakukan vaksin DTP, terdapat vaksin sejenis yang bernama Tdap untuk diberikan.

Perlindungan tersebut umumnya dapat melindungi anak terhadap difteri seumur hidup.

Sumber :
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi