Selasa, 21 Juni 2022

Apa Saja Ciri Covid Omicron BA.4 & BA.5, Waspadai Gejala Ini

www.kemlagi.desa.id - Virus Corona dikenal sebagai virus yang dapat bermutasi menjadi sejumlah subvarian baru. Yang teranyar adalah jenis Omicron BA.4 dan BA.5 yang diklaim lebih menular dibandingkan strain asli (BA.1) maupun varian lainnya. 

Virus Corona Omicron BA.4 dan BA.5 juga dikenal dengan masa inkubasinya yang hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari sampai timbulnya gejala. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) bahkan melaporkan sudah ada 20 kasus pasien Omicron BA.4 dan BA.5 pada Selasa (14/6), terdiri dari dua kasus BA.4 dan 18 kasus BA.5. Total kasus melonjak bertambah 12 orang dari catatan empat hari sebelumnya, 10 Juni 2022.

Dari 18 kasus subvarian BA.5, diketahui 3 kasus di antaranya diidap oleh pasien anak-anak. Karena penularannya yang cepat, masyarakat perlu mengetahui ciri virus ini dan mewaspadai gejalanya. 

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut gejala subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 tidak lebih ringan dibandingkan varian COVID-19 lainnya. Gejala yang relatif ringan itu pada dasarnya disebabkan oleh imunitas masyarakat yang sudah terbentuk terhadap COVID-19. 

"Omicron ini bukan lebih ringan, tapi yang menjadi penyebab terkesan ringan adalah karena imunitas yang sudah terbentuk," beber Dicky. 

"Kalau ini menimpanya ketika kita di situasi yang sama imunitas seperti Delta datang, kematiannya akan jauh lebih besar ketika BA.4 dan BA.5 ini datang. Kita beruntung ini datang setelah gelombang Delta," tambahnya. 

Adapun ciri virus Corona Omicron BA.4 dan BA.5 umumnya mirip dengan varian COVID-19 lainnya, seperti: 
  • Batuk: 89 persen 
  • Fatigue atau kelelahan: 65 persen 
  • Hidung tersumbat atau rinore: 59 persen
  • Demam: 38 persen 
  • Mual atau muntah: 22 persen 
  • Sesak nafas: 16 persen 
  • Diare: 11 persen 
  • Anosmia atau ageusia: 8 persen 
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 17 Juni 2022

Kakorlantas Soal Imbauan Berkendara Tak Pakai Sandal Jepit : Proteksi Diri Cegah Fatalitas Kecelakaan

www.kemlagi.desa.id - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan ihwal imbauan penggunaan sandal jepit untuk pengendara sepeda motor. 

Firman menyebut imbauan itu penting untuk meminimalisir fatalitas kecelakaan di jalanan. Awalnya, Firman mengumpamakan seorang pengendara yang hendak pergi menggunakan sepeda motor dengan jarak dekat. 

Alih-alih menggunakan sandal jepit, Kakorlantas menghimbau pengendara itu seharusnya menggunakan sepatu untuk menghindari kecelakaan. 

Karena menurut Firman, kecelakaan justru kerap terjadi saat pengendara melakukan perjalanan jalan dekat yang rutin dilakukan setiap hari. 

“Karena ada masyarakat yang bilang begini ‘Pak cuman deket aja Kok, Masa cuman mau beli tempe doang ke pasar (pakai sepatu) segala macam itu’. Kecelakaan dijalan justru dari rumah ke pasar beli tempe yang dia rutin tiap hari dan tidak ada kecelakaan itu memang yang sengaja,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi, Rabu (15/6/2022). 

Oleh karena itu, setiap pengendara sepeda motor hendaknya, lanjut Firman, untuk mempersiapkan sebaik mungkin sebelum keluar rumah menggunakan motor baik jarak dekat maupun jarak jauh. Salah satunya menggunakan sepatu, helm dan jaket sebagai bentu ikhtiar untuk menghindari kecelakaan. 

“Tapi dengan kita sudah ikhtiar kalau dalam agama. Ikhtiar kita maksimalkan kalau masih terjadi juga Tuhan sudah punya rencana, tapi kita ikhtiar maksimal. memperkecil fatalitas kecelakaan dengan memberikan perlindungan yang cukup bagi anggota tubuhnya roda dua khususnya,” jelas Firman. 

Sekali lagi, Firman mengatakan bahwa penggunaan sandal jepit tidak ada proteksi jika bersentuhan langsung dengan aspal. Lain hal, jika penggunaan sepatu, maka tingkat fatalitas kendaraan akan sangat minim. 

“Mohon maaf saya bukan men-strassing pakai sendal jepitnya, tidak ada perlindungan pake sandal jepit itu. Karena kalau dia sering pake motor (dengan sandal jepit) kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita itulah fatalitas,” jelas Firman. 

Firman juga menegaskan tidak ada tilang untuk pengendara roda dua yang menggunakan sandal jepit. Namun petuga akan memberikan himbauan dan edukasi jika menemukan pengendara menggunakan sandal jepit. Firman mengakui, budaya ini akan sulit untuk diterapkan. 

Namun, ia yakin ke depan masyarakat akan mulai sadar memproteksi diri dengan peralatan lengkap saat berkendara motor. 

“Saya sampaikan kepada anggota kalau ketemu dengan para pengemudi yang masih menggunakan itu (sandal jepit) sarankan untuk meminta perlindungan,” ucap Firman.

“Tidak ada sanksi tilang, saya sudah sampaikan untuk ops patuh tahun ini kita sudah dibantu dengan etle. Yang ktmu dijalan kita akan berikan edukasi termasuk tadi. Ini mungkin tidak gampang masa masa dulu ketika dipaksa pakai helm juga yang panas ada, tapi ketika masyarakat menyadari kepala saya ini penting,” sambung dia. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Selasa, 14 Juni 2022

Vaksinasi PMK bagi Hewan Ternak Belum Diterima


www.kemlagi.desa.id - Target vaksinasi hewan ternak di Kabupaten Mojokerto, meleset. Itu setelah, pemerintah pusat tak kunjung mendistribusikan vaksin ke daerah yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah mengatakan, sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut terkait vaksinasi yang menyasar hewan ternak di wilayahnya. Daerah masih belum mendapat kepastian terkait dimulainya penambahan imun tubuh pada hewan ruminansia berkuku belah yang rentan terjangkit PMK ini. 

’’Rapat awal dulu, janjinya minggu ke dua bulan Juni. Tapi, sampai sekarang belum ada kiriman dari pusat, jadi mundur dari target (10 Juni) awal,’’ ungkapnya, kemarin. 

Setelah belakangan koordinasi dengan kementerian pertanian, lanjut Nurul, sejauh ini pengadaan vaksin untuk menghadapi merebaknya PMK di daerah masih berproses. 

Hanya saja, meski nantinya vaksin sudah didroping ke daerah. Sasarannya, masih terbatas. Sesuai petunjuk kementerian, tim satgas PMK harus memprioritaskan jenis sapi perah. Padahal, di Kabupaten Mojokerto, hampir 90 persen lebih, PMK menyerang sapi potong.

’’Sapi perah dulu dan sapi potong sekitar sapi perah yang didulukan. Tapi kalau vaksin didrop dalam jumlah banyak, ya langsung divaksin semua,’’ paparnya. 

Disebutnya, vaksinasi akan tetap mempertimbangkan jumlah dosis yang diterima. Sesuai data disperta, sapi perah di Kabupaten Mojokerto tersebar di 11 kecamatan. Meliputi, Trawas, Pacet, Gondang, Pungging, Jatirejo, Sooko, Mojosari, Puri, Bangsal, Dlanggu, dan Trowulan. 

Sedangkan, tujuh kecamatan lainnya, menyusul. Di antaranya, Gedeg, Jetis, Dawarblandong, Kemlagi, Ngoro, Kutorejo, dan Kecamatan Mojoanyar. 

’’Tapi kemarin hasil rapat zoom dengan dirjen, vaksin diutamakan dikirim ke daerah yang sedang ditetapkan wabah oleh mentan. Maka, harapan saya dapat vaksin dosis banyak sehingga bisa segera vaksin secara keseluruhan tanpa mendahulukan yang sapi perah,’’ tandasnya. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 12 Juni 2022

Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Tingkat Kesakitan Rendah

www.kemlagi.desa.id - Subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 telah terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif. 

Ada 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. 4 kasus itu terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali. Sisanya 3 orang kasus positif BA.5. 

Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei. 

Kondisi klinis tiga orang itu antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin Booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin COVID-19. 

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan di tingkat global secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID. 

Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel. 

Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan. 

“Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya,” kata dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/6). 

Ada 3 negara yakni Afrika Selatan, Portugal, dan Chili, yang kenaikan kasus COVID-19 dikaitkan dengan meningkatnya kasus BA.4 dan BA.5. Sementara di Indonesia kasus adanya BA.4 dan BA.5 dimulai di awal Juni 2022. 

Dikatakan dr. Syahril, yang perlu diwaspadai yaitu immune escape, artinya imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian omicron. 

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (D2). 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik drg. Widyawati, MKM

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 11 Juni 2022

Dua Strategi Pemkab Mojokerto Turunkan Angka Stunting

www.kemlagi.desa.id - Pemerintah Kabupaten Mojokerto berupaya mempercepat penurunan angka stunting (kurang gizi). Dua strategi yang dilakukan yakni dengan cara pencegahan dan penanganan.

Penanganan ditujukan kepada bayi yang sudah menderita stunting dengan mengupayakan peningkatan gizi melalui asupan makanan dan minuman. Sementara pencegahan diterapkan bagi ibu-ibu yang merencanakan kehamilan.

“Bagaimana yang sudah terlanjur lahir stunting ini kita upayakan perkembangan tumbuhnya sehingga nanti sebelum dua tahun kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki kondisi kecerdasannya. Bagi ibu-ibu hamil dan merencanakan kehamilan diupayakan kandungannya dalam kondisi sehat, sehingga nanti ketika melahirkan tidak melahirkan bayi yang stunting,” kata Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. 

Strategi penanganan stunting ini disampaikan Ikfina dalam Rembug Stunting yang dilaksanakan, di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Rabu (8/6/2022) pagi. 

Turut hadir mendampingi bupati yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko. Ikfina menjelaskan, upaya mempercepat penurunan stunting ini dalm rangka menuju generasi emas menuju Indonesia Emas tahun 2045. 

Menurut hasil survei dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), menunjukan bahwa angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen. 

“Sehingga dalam kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Rembug Stunting dengan strategi konvergensi dalam percepatan penurunan stunting,” tuturnya. 

Untuk itu, Bupati Ikfina mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar meningkatkan komitmennya dengan aksi nyata dalam mengatasi percepatan penurunan stunting. Sebab menurutnya, upaya ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak. 

“Ini butuh komitmen kita semuanya, karena ini nanti banyak melibatkan berbagai hal termasuk masalah air bersih, kemudian kondisi masalah rumahnya, dan masalah pendidikan ibunya. Dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana nanti kita mengupayakan penurunan stunting,” terangnya. 

Ikfina menambahkan, fokus Pemkab Mojokerto sekarang adalah pada percepatan penurunan stunting, karena tahun 2024 mendatang Pemkab Mojokerto di targetkan angka stuntingnya turun sebesar 14 persen dari 27,4 persen di tahun 2021. 

 “Kita harus mencegah bagaimana para ibu hamil ini melahirkan bayi yang tidak stunting, bagaimana anak-anak stunting di bawah dua tahun bisa kita upayakan sehingga nanti dia keluar dari kondisi stunting, dan kemudian bagaimana anak-anak diatas dua tahun yang sudah stunting dalam kondisi sehat, sehingga nanti tidak memperparah kondisi stuntingnya,” ujarnya. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Senin, 06 Juni 2022

Bupati Mojokerto Jelaskan Manfaat Smart City untuk Masyarakat dan Internal Pemerintah

Bupati Ikfina Saat Berikan Arahan
www.kemlagi.desa.id - Peluang Kabupaten Mojokerto untuk menuju kota cerdas atau smart city bakal betul-betul dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Salah satu kesempatan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kabupaten Mojokerto ini bakal digarap serius. 

Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tingkat Satu Program Gerakan Menuju Kota Cerdas atau Smart City yang berlangsung di ruang Command Center Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Senin (6/6) pagi. 
Kepala OPD, Camat dan Kepala Desa se Kab. Mojokerto Ikuti Kegiatan Secara Daring
Menurutnya, smart city dapat menjadi salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Manfaatnya pun akan dirasakan masyarakat dan internal pemerintah. 

"Masyarakat kita akan mendapatkan haknya, ketika kemudian kita terkoneksi secara digital, sehingga permasalahan-permasalahan yang terjadi karena datang dari database ini akan segera bisa kita atasi ketika kita sudah terkoneksi dalam satu sistem yaitu smart city," ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati Ikfina juga menambahkan, konektivitas secara digital sangat berperan penting dalam melaksanakan tugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam melayani masyarakat.

"Ini membuat kita bisa bekerja secara transparan, secara akuntabel, dan yang pasti kita akan bekerja secara cepat tanpa harus membutuhkan waktu yang lama, terpisah jarak dan bahkan membutuhkan biaya karena harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain," imbuhnya. 

Terkait transformasi menuju digitalisasi, Bupati Ikfina menjelaskan, dalam menuju smart city, seluruh OPD se-Kabupaten Mojokerto harus bisa mengikuti perkembangan zaman yang terus berkembang pesat ini. 

"Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dengan perubahan situasi yang kaitannya dengan digitalisasi, sekarang ini kalau kita tidak mau menyesuaikan diri, kita tidak segera berubah, maka kita akan ketinggalan jauh," tandasnya. 

Bupati Ikfina menegaskan, sangat dibutuhkan partisipasi, sumbangsih aktif positif, dan produktifitas dari seluruh OPD Kabupaten Mojokerto. 

"Masterplan ini nanti yang akan menjadi acuan bagaimana kita terkoneksi satu sama lain, bagaimana kita bekerja sebagai satu kesatuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program pembangunan yang menjadi tanggung jawab kita semua," tegasnya. 

Dalam proses penyusunan masterplan smart city, lanjut Bupati Ikfina, informasi dan inovasi dari seluruh OPD Kabupaten Mojokerto sangat dibutuhkan. 

"Masterplan membutuhkan inovasi dari kalian semuanya, tantangan-tantangan, inovasi-inovasi kalian semua ke depan terkait dengan kebutuhan kalian terhadap aplikasi ini dan kemudian kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kalian ini, akan menjadi dasar bahwa kita sepakat untuk menyusun masterplan ini," pungkasnya.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi