Sabtu, 08 Juli 2023

Ketua DPD RI Gelar Sarasehan dengan Kepala Desa se-Kabupaten Mojokerto

www.kemlagi.desa.id - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA Lanyalla Mahmud Mattalitti berkesempatan melangsungkan sarasehan dengan Kepala Desa se-Kabupaten Mojokerto. Sarasehan kali ini berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/7). 

Kedatangan Ketua DPD RI ini disambut hangat oleh Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah, camat dan kepala desa. 

"Selamat datang Ketua DPD RI di Kabupaten Mojokerto. Ini merupakan kesempatan untuk kita mengupayakan untuk menyelesaikan permasalahan kesejahteraan masyarakat, ini semua untuk kepentingan masyarakat," ungkap Ikfina. 

Bupati Ikfina pun menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPD RI atas kesempatan menyerap aspirasi masyarakat Kabupaten Mojokerto. 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan kehadiran beliau ini membawa manfaat dan berkah kepada kita semua," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Lanyalla berjanji akan mengawal aspirasi serta usulan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Mojokerto. Hal ini disampaikannya dalam acara bertajuk 'Otonomi Desa Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat'. 

Lanyalla menyampaikan, aspirasi yang telah ditampung kali ini selanjutnya akan diserahkan ke komite DPD RI yang selanjutnya akan dirapatkan secara internal tim. 

"Semua usulannya bagus, dan kita akan kawal terus hingga ke meja eksekutif," ungkapnya.

Lanyalla mengatakan, salah satu peran dan fungsi Dewan Perwakilan Daerah adalah untuk memastikan daerah mampu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. "Bagaimana nanti selanjutnya, kita juga akan menunggu hasil rapat internal tim, aspirasi ini tentu akan kami kawal," tambahnya

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 25 Juni 2023

Bupati Mojokerto: TPS3R Desa Trawas Bisa Jadi Contoh Desa Lain.

www.kemlagi.desa.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati melaunching Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) milik Desa Trawas. Bupati Ikfina berharap TPS3R Desa Trawas itu bisa menjadi contoh untuk desa-desa lainnya dalam pengelolaan TPS3R. 

Launching TPS3R dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup ini digelar di Hanggar TPS3R Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (24/6) siang. 

Launching pengelolaan sampah itu ditandai dengan penandatanganan prasasti TPS3R oleh Bupati Ikfina. Hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPR RI Komisi 6, Kepala PUPR, Kepala DLH, Kepala Bappeda, Sekretaris DPMD, Forkopimca Trawas, Kepala Desa Trawas, Ketua Aliansi Air, Forum Kabupaten Sehat, Perwakilan TPS3R Desa Mojokerto, Bank Sampah Mojokerto, PT. Multi Bintang Indonesia.

"Kita ingin tentunya desa-desa lainnya juga bisa mencontoh TPS3R milik Desa Trawas ini. Dan ini tentu membutuhkan sinergi semua pihak untuk menggerakkan semua agar mampu mengubah sampah menjadi bermanfaat," ungkapnya.

Bupati Ikfina mengapresiasi terbentuknya TPS3R Trawas ini. Menurutnya ini merupakan upaya positif untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian lingkungan hidup. 

"Terimakasih telah ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup sehingga TPS3R berfungsi dengan baik. Tentu ini tidak lepas dari masyarakat yang terlibat," ucapnya. 

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini juga meminta kerjasama seluruh stakeholder dan masyarakat untuk bergerak bersama terkait masalah sampah. Mengingat, persoalan ini menjadi masalah utama di Kabupaten Mojokerto 

"Banyak tempat-tempat yang masih banyak sampah di kabupaten Mojokerto. Kita harus semakin tegas, bagaimana kita mengingatkan saudara kita untuk mengupayakan kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Trawas Wulyono mengatakan, TPS3R ini merupakan tempat pengolahan sampah menggunakan sistem reduce-reuse-recycle. Selain itu, TPS3R Desa Trawas ini juga sebagai tempat edukasi bagi para komunitas atau pegiat lingkungan, terutama yang bergerak di sektor lingkungan hidup hingga pertanian. 

"Karena TPS3R Desa Trawas ini tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi pupuk organik, khususnya untuk pertanian," ujarnya.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 28 Mei 2023

Ribuan Warga Kabupaten Mojokerto Antre Rekam E-KTP

www.kemlagi.desa.id - Pemkab Mojokerto terus mengejar penyelesaian perekaman KTP elektronik (E-KTP) bagi puluhan ribu warga Kabupaten Mojokerto. Utamanya bagi 14 ribu penduduk berusia 17-21 tahun yang masuk dalam Data Penduduk Potensial Pemilihan (DP4) untuk Pemilu 2024 nanti namun belum mengantongi identitas resmi. 

Hingga akhir tahun nanti, mereka ditarget sudah terekam dan mendapatkan E-KTP sebagai syarat menggunakan hak suara di kontestasi demokrasi lima tahunan nanti. 

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Mojokerto Amat Susilo mengatakan, pihaknya terus berupaya merampungkan perekaman. Terutama bagi penduduk yang masuk dalam DP4. Dari 22.283 data penduduk di DP4, baru 8 ribu warga yang sudah direkam dan mengantongi E-KTP. Sementara 14.206 warga lainnya, masih dalam proses antrean petugas.

’’Per Desember 2022 kemarin, kami mendapat data DP4 dari Ditjen Dukcapil Kemendagri sebanyak 22.283 warga yang belum rekam E-KTP. Dan sekarang masih ada 14.206 yang belum rekam dan sedang dalam proses menuju perekaman,’’ terangnya. 

Dari total keseluruhan DP4, pemilih usia 17 hingga 19 tahun yang paling dominan jumlahnya. Khususnya warga yang usianya menginjak 17 tahun di tahun ini, dengan 14 ribu yang belum terekam. 

Sedangkan untuk klasifikasi wilayah, Kecamatan Ngoro, Jetis dan Sooko menjadi kawasan yang paling besar jumlah pemilih potensialnya. Yang masing-masing mencapai 2.023 (Ngoro), 1.903 (Jetis), dan 1.676 (Sooko). ’’Pemilih pemula paling banyak dalam daftar DP4 adalah usia 17 tahun,’’ tandasnya. 

Amat mengaku bakal terus mengejar target perekaman sampai tuntas di akhir tahun ini. Selain untuk mendukung program Identitas Kependudukan Digital (IKD), langkah ini juga mensukseskan Pemilu 2024 nanti. Meski terkendala minimnya petugas dan alat rekam, hal itu tak menjadi masalah.

’’Itu saya kejar (Perekaman E-KTP) sampai akhir tahun bahkan sampai menjelang hari H pemilu. Kami mendukung pelaksanaan pemilu sehingga harus optimistis perekaman selesai,’’ tambanya. 

Saat ini, pihaknya terus mengupayakan penyelesaian perekaman dengan cara jemput bola. Yakni keliling ke desa-desa, kantor Kecamatan, sekolah hingga pondok pesantren untuk mengefektifkan warga untuk bisa mendapatkan identitas resmi. Sehingga saat pencoblosan di Pemilu 14 Februari tahun depan, mereka bisa menggunakan hak pilihnya. 

’’Waktu perekaman E-KTP di masing-masing kecamatan membutuhkan waktu 8 sampai 10 hari, itupun tergantung jumlah desanya. Seperti di Jetis yang penduduknya paling banyak bisa membutuhkan waktu sampai 13 hari,’’ pungkasnya. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 24 Mei 2023

Pemkab Mojokerto Ajak IKM Pasarkan Produk Unggulan Melalui Fotografi dan Videografi

www.kemlagi.desa.id - Pemerintah Kabupaten Mojokerto memfasilitasi pemasaran produk unggulan Industri Kecil Menengah (IKM). Para pelaku usaha tersebut diberikan pelatihan konten fotografi dan videografi untuk memasarkan barang hasil produksi dan pemasaran melalui kanal online.

Pelatihan selama dua hari, 24-25 Mei 2023, digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto di aula SMK PGRI Sooko, di Desa Banjaragung, Kecamatan Puri. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 50 pelaku IKM dari 5 Kecamatan, yang dinilai siap untuk memasarkan produk unggulannya secara online. 

Pelatihan Fotografi-Videografi dan pemasaran online ini dirangkai dengan dua agenda lain yang berkaitan dengan pembinaan IKM. Kedua kegiatan tersebut, yakni pembinaan bagi pengusaha tembakau iris dan vape dan pengawasan industri pelaku usaha depo air minum di wilayah Kecamatan Dawarblandong. 

Selama dua hari, para IKM akan mendapatkan bimbingan teknis dari Kantor pelayanan Bea dan Cukai Sidoarjo, Disperindag Provinsi Jawa Timur, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto, Satpol PP Kabupaten Mojokerto dan PT Rahma Riyadi TECHNO. 

Bupati Ikfina Fahmawati yang hadir dalam pembukaan pelatihan, mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pelaku IKM dan UMKM dalam pemasaran produk secara online. Terutama melalui konten fotografi dan videografi untuk membuat kemasan produk unggulan lebih menarik. 

“Kami berharap skill (keahlian) teman-teman IKM meningkat dalam penguasaan digital sehingga ada peningkatan usahanya. Karena pasar digital peluang yang besar yang harus kita tangkap. Ini juga bagian dari pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19,” terangnya, Rabu, (24/5/2023). 

Pelatihan Fotografi bagi para pelaku usaha ini, lanjut Ikfina, memuat materi teknis yang telah disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku usaha untuk memasarkan produk kepada konsumen melalui platform pemasaran online. Baik di marketplace umum, maupun marketplace milik Kabupaten Mojokerto yakni ‘Tumbas Online’. 

“Dengan keterampilan fotografi yang dimiliki pelaku UMKM diharapkan akan semakin menambah semangat dan kepercayaan dirinya mempromosikan produk-produk berkualitasnya di pasar digital yang menjangkau konsumen lebih luas,” jelasnya. 

Ikfina menilai, dinamika perubahan dunia saat ini berjalan dengan cepat. Kondisi ini menuntut masyarakat mampu beradaptasi dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. 

“Siapa yang bisa beradaptasi dengan perubahan dunia yang begitu cepat akan bertahan. Mudah-mudahan Kabupaten Mojokerto menjadi bagian transformasi digital untuk kemajuan Indonesia. Serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 20 Mei 2023

BRI Target 1.000 Desa Diberdayakan dengan Program Desa BRILian 2023

www.kemlagi.desa.id - Membangun desa bukan hanya melalui fisik saja tetapi juga membangun sumber daya manusianya. Keberadaan sebuah desa juga didorong untuk selalu adaptif dengan perkembangan teknologi dan zaman sehingga bisa bersaing dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. BRI melalui Program Desa BRILian telah mengambil peran dalam mendorong kemajuan Desa-desa di Indonesia. 

Sejak digulirkan pada 2020, Desa BRILiaN telah diikuti lebih dari 2.000 desa yang aktif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan. Sebagai Contoh, Desa Megulungkidul yang terletak di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang bertransformasi menjadi Desa Argowisata dengan mengusung konsep agrowisata perpaduan panorama alam, pertanian kuliner dan UMKM. 

Para pengunjung di kawasan ini juga dapat menikmati fasilitas edukasi diantaranya budidaya anggur, pembuatan minyak kelapa, kerajinan batik tulis, perikanan, pembuatan kerupuk rambak bahkan budidaya ulat hongkong. 

Tahun ini, BRI kembali menggulirkan Program Desa BRILian 2023 dengan target hingga 1.000 desa di seluruh Indonesia. Program ini secara resmi dibuka di Jakarta pada Rabu (10/05/2023) dengan tema “Membangkitkan Ketahanan dan Kemandirian Ekonomi Desa di Era New Normal”. 

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN 2023 dibagi menjadi 3 batch dan dilaksanakan pada periode Mei-November 2023. Desa-desa yang tergabung dalam program ini diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya. Program ini merupakan program inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s),” ujarnya. 

Dalam pemberdayaannya, Desa BRILiaN mengembangkan 4 (empat) aspek yang terdapat dalam sebuah desa. 

Pertama, BUMDes sebagai motor ekonomi desa. 

Kedua, digitalisasi yang merupakan implementasi produk dan aktivitas digital di desa. 

Ketiga, sustainability yang mencerminkan desa tangguh serta secara berkesinambungan melakukan pembangunan. 

Keempat, innovation yaitu kreatif dalam menciptakan inovasi. 

Sementara itu, untuk objek pemberdayaan adalah elemen-elemen kunci di desa yang meliputi perangkat desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa, UMKM di desa, perwakilan kelompok usaha (klaster) dan pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). 

Selain itu, BRI pun memperkuat ekosistem ekonomi desa dengan pengembangan pasar yang dihubungkan dengan platform Pasar.id dan Localoka. Tujuannya menghubungkan pedagang pasar dan UMKM dengan pembeli online. 

Untuk pemberdayaan UMKM, dapat diakses melalui link umkm.id yang memfasilitasi pelaku usaha tersebut naik kelas. Terdapat juga produk-produk layanan BRI yang dapat dimanfaatkan oleh Desa dan BUMDes seperti Agen BRILink, Stroberi, QRIS dan produk lainnya. 

Supari menambahkan, pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan. Mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama. Mengacu Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2022, dari total 74.051 Desa di Indonesia, kurang dari 35% yang masuk dalam kategori maju dan mandiri. 

“Berdasarkan kondisi tersebut, sejak 2020, BRI mengambil bagian mengembangkan desa melalui program Desa BRILiaN. Desa yang tergabung dalam program ini diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya. Harapan kami, kegiatan yang sangat bermanfaat ini bisa diikuti oleh seluruh elemen kunci pertumbuhan ekonomi yang ada di desa”, pungkasnya. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 14 Mei 2023

Bupati Ikfina Berharap Adanya Sinergitas Kepala Desa dan BPD

www.kemlagi.desa.id - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berharap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama kepala desa mampu menjalin sinergitas dan menciptakan iklim yang kondusif. Dengan demikian kepercayaan masyarakat terhadap BPD tumbuh dan masyarakat dapat merasakan pelayanan terbaik yang diberikan oleh BPD bersama kelembagaan lainnya di desa. 

Hal itu disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat menghadiri silaturahim dan seminar peningkatan kapasitas BPD, yang diselenggarakan PAC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kecamatan Dawarblandong, Sabtu, (13/5) siang.

"Mari bersama-sama saling sinergi, untuk membangun desa dengan menggali dan memanfaatkan potensi yang ada dengan arif dan bijaksana," ajaknya. 

Bupati Ikfina juga mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman, khususnya bagi Anggota BPD.

"Momen berkumpul seperti ini silahkan dimanfaatkan untuk saling berkomunikasi, berbagi ilmu, dan pengalaman kepada rekan-rekan sesama profesi, dengan jalinan silaturahmi yang baik, akan terjalin komunikasi yang baik pula. Dengan begitu akan terjalin sinergitas dalam mewujudkan cita-cita pembangunan dan akan lebih cepat dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,"ucapnya. 

Orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto ini berharap anggota dapat memahami dan mampu untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pengurus atau anggota Badan Permusyawaratan Desa dengan melihat kondisi masing-masing desa. 

Tak hanya itu, BPD harus menciptakan hubungan kerja yang harmonis antara pemerintah desa dan lembaga desa lainnya dalam menjalankan roda pemerintah agar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan agar tercapai sesuai visi dan misi Pemkab Mojokerto.

“Mari kita saling bersinergi, jaga kondusifitas dan terus tingkatkan hubungan keharmonisan antara kelembagaan dalam membangun Desa untuk kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Ketua AKD Mojokerto, Ketua PAC Abpednas Kecamatan Dawarblandong.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi